13 Budaya Sumbar Ditetapkan jadi WBTbI Tahun 2019

oleh -

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Dr. Hilmar Farid, mengatakan, pemerintah daerah yang karya budayanya yang telah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia, setelah penerimaan sertifikat diharapkan tidak terhenti pada kegiatan penetapan ini saja, tetapi yang terpenting adalah, melakukan tindaklanjut terhadap Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang telah ditetapkan tersebut, agar tetap dapat hidup dan bermanfaat bagi masyarakar luas. Karya budaya baik yang telah dicatat ataupun ditetapkan, diharapkan dapat masuk dalam kurikulum pendidikan.

Mulai tahun 2013 hingga tahun 2018 ini sebanyak 20 karya Budaya Sumbar telah ditetapkan sebagai WBTbI. Tahun 2019 ditetapkan 13 karya Budaya Sumbar ditetapkan sebagai WBTbI. Tahun 2016 hanya dua karya budaya yang ditetapkan yakni Tari Tanduak dan Tari Piriang. Tahun 2018 hanya satu karya Budaya Sumbar yang ditetapkan yaitu Bahasa Tansi.

Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar dalam berbagai kesempatan menyampaikan beberapa hal yang terkait tentang langkah tugas ke depan. Yakni, perlu menginventarisir kembali yang sudah ditetapkan tahun-tahun sebelumnya (dari tahun 2014) dan dijadikan bahan evaluasi sejauhmana pemerintah kabupaten/kota telah berkomitmen melestarikannya sesuai amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Ke depannya, seluruh kabupaten/kota agar mencatat dan mendaftarkan karya budayanya untuk diusulkan menjadi WBTbI dengan mengacu kepada dokumen Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) kabupaten/kota, serta karya budaya yang ada di masyarakat.(rel/imk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.