2 Tahun Terakhir Temuan Kasus HIV/AIDS di Sumbar Cukup Tinggi, Perlu Edukasi Berulang ke Masyarakat

oleh -
Hiv/Aids. [ist]

PADANG, SuaraRantau.com- Perkemnangan kasus HIB/AIDS di Sumatera Barat (Sumbar) dua tahun terakhir yang berbarengan dengan pandemi Covid-19 cukup tinggi.

Hal itu disebutkan Koordinator Program HIV/AIDS PKBI Sumbar, Eva Herawati Damanik, Rabu (1/12).

Data yang diterima PKBI Sumbar dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbar, pada 2020, sebanyak 413 kasus HIV ditemukan di Sumbar. Sebanyak 148 kasus di antaranya sudah termasuk AIDS.

Baca Juga: BPBD Sumbar Uji Kontijensi Lintas Instansi Tanggap Bencana 8 DAS

Sedangkan pada 2021, hingga September saja, ada 239 temuan kasus HIV ditemukan di Sumbar dengan 42 kasus di antaranya adalah AIDS. Diperkirakan, temuan kasus ini akan terus bertambah hingga akhir tahun ini.

Disebutkannya, angka temuan kasus HIV/AIDS di Sumbar yang dilaporkan Dinkes Sumbar lebih rendah daripada temuan di lapangan.

Baca juga: Buka Seminar Hasil Penelitian Sejarah dan Budaya Kerajaan Jambu Lipo, Gubernur: Penting Bagi Generasi Muda

“Di mana mungkin belum semua data terinput di teman-teman yang ada di layanan, tau bisa juga belum semua kasus yang terdata,” bebernya.

Sementara itu, katanya, selama 20 tahun terakhir mulai 2002 hingga September 2021 total kasus temuan ODHA tercatat 4.349 kasus. Jumlah ini dianggap mengkhawatirkan mengingat potensi penularan.

Baca Juga: Bertemu Gubernur, Tokoh Papua di Ranah Minang Nilai Masyarakat Sumbar Ramah dan Peduli Sesama

“Kalau kita melihat estimasi penularan. Satu orang yang positif HIV itu estimasinya 100 orang bisa tertular lagi. Ini menjadi tanggung-jawab bersama untuk mengatisipasinya,” jelasnya.

Eva menuturkan masyarakat perlu diberikan pemahaman atau edukasi berulang tentang HIV/AIDS bahwasanya penularan penyakit ini terjadi karena perilaku hubungan seksual berisiko.

“Perlu tentunya diminta kepada masyarakat ketika dia sudah mengetahui penularan ini dia harus jujur dengan pasangannya. Karena banyak sekarang yang tidak jujur di mana di sudah tahu dirinya ada virus HIV, tapi tidak memberi tahu pasangannya sehingga terjadi penularan,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.