Anggaran Terbatas, Gubernur Sumbar Minta SMK Cari Solusi Sendiri untuk Tingkatkan Kualitas

oleh -
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah membuka Rumah Tahfizh Baitul Ulum dan Workshop Teknik Kendaraan Ringan (TKR) di SMKN 1 Tanjung Baru, Kabupaten Tanah Datar, Sabtu (9/10).

TANAHDATAR, SR–Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah menegaskan prestasi paling tinggi dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah tingginya persentase lulusannya yang diterima di dunia kerja.

“Semakin banyak lulusannya yang diterima di dunia kerja maka bisa dikatakan prestasinya semakin baik. Karena orientasi SMK adalah dunia kerja,” kata Mahyeldi Ansharullah saat membuka Rumah Tahfizh Baitul Ulum dan Workshop Teknik Kendaraan Ringan (TKR) di SMKN 1 Tanjung Baru, Kabupaten Tanah Datar, Sabtu (9/10).

“Untuk mencapai tujuan itu kepala sekolah bisa berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan atau nagari, untuk mengkapitalisasi potensi perantau dan masyarakat yang memiliki kemampuan finansial di daerahnya,” ujar Mahyeldi Ansharullah.

Dengan komunikasi yang baik perantau yang mendapatkan rezeki berlebih, diyakini bersedia membantu anak kemenakannya yang lulus dari SMK untuk mendapatkan pekerjaan.

Baca Juga: Harga Gambir Rendah, Petani Merugi, Gubernur Sumbar Ungkap Hal Ini Penyebabnya

Mungkin dengan membawa lulusan SMK bekerja pada usaha yang dimiliki perantau atau masyarakat sekitar. Atau bisa juga dengan menyediakan akses modal bagi lulusan yang dinilai mampu untuk mendirikan usaha sendiri.

Selain itu kepala sekolah juga harus bisa membangun jaringan dengan dunia usaha. Sehingga bisa mencarikan peluang bagi lulusannya yang memiliki skill dan kemampuan untuk segera mendapatkan pekerjaan.

“Kita berharap juga peran dari camat dan wali nagari agar membantu mengkomunikasikan dengan masyarakat ekonomi mampu dan perantau, untuk bisa membantu anak kemenakannya yang lulus dari SMK agar segera mendapatkan pekerjaan,” kata Mahyeldi Ansharullah.

Ia menyebut dalam masa pandemi pemerintah memiliki banyak keterbatasan. Banyak anggaran yang dialihkan untuk penanganan Covid-19. Karena itu sekolah harus bisa mencari solusi untuk bisa terus meningkatkan kualitas lulusannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.