Aniaya Pacar dengan Sebilah Pisau, Selanjutnya Begini Nasib Pemuda Asal Canduang Agam Ini

oleh -
Seorang pemuda asal Canduang Kabupaten Agam ditangkap polisi karena kasus dugaan penganiayaan terhadap pacarnya. Foto: IST

BUKITTINGGI, SuaraRantau.Com–Seorang pemuda berinisial R (26) diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang perempuan M (38) dengan sebilah pisau, Selasa (17/01) sekira pukul 9.30 WIB.

Pelaku R menusuk korban setelah mendatangi rumah korban yang merupakan calon istrinya di Jorong Joho, Nagari Kamang Hilia, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam.

“Pelaku R berhasil diamankan dini hari tadi tanpa perlawanan setelah polisi menerima laporan pengaduan korban bersama masyarakat kurang dari 24 jam sebelumnya,” kata Kapolsek Kamang, AKP Syaiful di Bukittinggi, Rabu, (18/1).

Syaiful menjelaskan peristiwa penganiayaan itu terjadi berdasarkan keterangan korban dan laporan yang diterima, diawali pertengkaran antara keduanya.

Baca Juga: Minta Menteri Pertahanan Sampaikan Informasi Intelijen secara Cepat, Jokowi: Jangan Sudah Kejadian Saya Baru Diberitahu

M yang merupakan pacar dari R sebelumnya diajak pelaku ke Kota Payakumbuh dengan bus. Selanjutnya M ditinggal dengan alasan pelaku R ingin mencari uang untuk modal mereka menikah.

“Namun karena hingga sore pelaku R tidak muncul, korban M memutuskan untuk pulang sendirian ke rumahnya di Kamang, Agam,” kata Syaiful.

Hal itu membuat pelaku R marah, dan kemudian mencari korban ke rumahnya hingga terjadi keributan. Akhirnya pelaku menusuk korban dengan pisau di bagian dada.

“Korban langsung jatuh dan berteriak minta tolong, sementara pelaku pergi begitu saja. Warga dan keluarga korban langsung membawa korban ke rumah sakit,” kata Syaiful.

Ps. Kasat Reskrim Polresta Bukittinggi AKP Fetrizal mengatakan tim gabungan dari Unit Reskrim Polsek Tilatang Kamang bersama Tim Jatanras Sat Reskrim Polresta Bukittinggi berhasil menangkap pelaku di rumahnya di Canduang, Agam.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 351 Ayat 2 KUH Pidana dengan ancaman lima tahun penjara,” kata Fetrizal.(sar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.