APBD Sumbar Berkurang Hampir Rp1 Triliun, Ketua DPRD Minta Pemprov Genjot PAD

oleh -
Ketua DPRD Provinsi Sumbar, Supardi saat memberikan materi pada Bimtek Jurnalistik yang dilaksanakan Diskominfotik Provinsi Sumbar, Jumat (26/11) di Padang.

PADANG, SuaraRantau.Com–Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) di bawah kepemimpinan Gubernur, Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur (Wagub) memiliki tugas dan tanggungjawab yang cukup berat dalam melaksanakan pembangunan ke depan.

Pasalnya, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) selama 2021-2026 harus dapat diselesaikan dengan sisa waktu 3,5 tahun. Karena pada tahun 2024 nanti dilaksanakan pemilu serentak di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Pemprov Sumbar Ingin Menciptakan 100 Ribu Entrepreneur, Ketua DPRD: Apa Bisa Diciptakan Begitu Saja?

Hal tersebut diungkapkan, Ketua DPRD Provinsi Sumbar, Supardi saat memberikan materi pada Bimbingan Tekhnis (Bimtek) Jurnalistik yang dilaksanakan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Sumbar, Jumat (26/11) di Padang.

Dengan sisa waktu yang hanya 3,5 tahun untuk melaksanakan RPJMD selama lima tahun, menurutnya tentu membutuhkan anggaran yang cukup besar. Namun, kenyataannya, APBD tahun 2022 yang baru saja disahkan justru berkurang. “Jika RPJMD Sumbar hanya diberi waktu 3,5 tahun. Harusnya dibackup dengan anggaran. Tetapi anggaran justru berkurang,” keluhnya.

“Pendapatan APBD sebelumnya sebesar Rp6,5 triliun. Sekarang hanya Rp5,9 triliun. Kurang Rp700 miliar. Berkurangnya dari sumber pendapatan transfer dari pemerintah pusat yang jumlahnya ada Rp800 miliar. Jika dijumlahkan juga hanya Rp6,1 triliun,” ungkapnya.

Dengan anggaran berkurang hampir Rp1 triliun yang berasal dari dana transfer dari pemerintah pusat ke Sumbar, maka dapat diartikan, Sumbar masih tergantung dari pemerintah pusat.

Dengan kondisi saat ini Supardi memprediksi, pada tahun 2022 hingga 2023 kondisi pembangunan Sumbar ke depan juga akan mengalami hal yang sama dengan kondisi saat ini. “Karena APBD Provinsi Sumbar ini kecenderungan setiap tahunnya mulai mengalami penurunan,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.