Atasi Penyakit pada Tanaman Pisang, Dosen UNP Latih Petani Manfaatkan Agen Hayati Pseudomonad Fluoresen

oleh -
Dr. Linda Advinda, M.Kes (kanan) dari UNP memberikan pelatihan kepada warga Korong Kampung Guci Nagari Lubuk Pandan, Padang Pariaman.

PADANG, SR–Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Padang (UNP) mengadakan pengabdian masyarakat di Korong Kampung Guci Nagari Lubuk Pandan, Kabupaten Padang Pariaman.

“Pengabdian masyarakat ini telah dilaksanakan pada 19 September 2021 yang lalu,” ungkap Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UNP Dr. Linda Advinda, M.Kes, Rabu (29/9).

Pengabdian masyarakat melibatkan Prof. Dr. Azwir Anhar, M.Si., Dr. Irdawati, M.Si, serta beberapa mahasiswa Jurusan Biologi FMIPA UNP.

Baca Juga: Kementerian PUPR Bakal Bangun Rumah untuk ASN KKP yang Bertugas di Wilayah Perbatasan

Pengabdian ini lebih menekankan tentang teknik pemanfaatan agen hayati pseudomonad fluoresen sebagai mikroorganisme yang bersifat antagonis, ramah lingkungan. Tujuannya untuk mengurangi dampak negatif penggunaan pestisida.

“Kita melibatkan 25 perwakilan dari Kelompok Wanita Tani Guci Saiyo di Korong Kampung Guci Nagari Lubuk Pandan. Di sini kita memberikan pelatihan budidaya pertanian ramah lingkungan dengan menggunakan agen hayati pseudomonad fluoresen yang kompatibel dalam rangka pengendalian penyakit tanaman pisang,” ucapnya.

Dr. Linda Advinda, M.Kes menjelaskan, dengan kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat menanggulangi penyakit yang dialami tanaman pisang, tanpa harus menggunakan pestisida.

“Diharapkan dari penerapan agen hayati pseudomonad fluoresen kompatibel ini dapat meningkatkan produksi pisang. Karena dari data Badan Pusat Statistik 2019 produksi pisang di Provinsi Sumbar cenderung menurun karena penyakit,” ucapnya.

Lebih lanjut, Dr. Linda Advinda, M.Kes menekankan, potensi pseudomonad fluoresen dalam mengendalikan berbagai jenis patogen tanaman, dapat menekan patogen tular tanah pada berbagai jenis tanaman. Karena kemampuannya menghasilkan senyawa antimikroba seperti siderofor dan asam sianida.

“Pseudomonad fluoresen membantu dalam penyerapan unsur N, P, dan K. Sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Agar agen hayati mudah diaplikasikan ke lapangan maka diperlukan medium pembawa, seperti tepung tapioca,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.