Bantuan Uang Kuliah Tunggal Harus Tepat Sasaran, Faldo Maldini Ingatkan BEM Jangan Tidur

oleh -
Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (Stafsus Mensesneg), Faldo Maldini

JAKARTA, SR–Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (Stafsus Mensesneg), Faldo Maldini, menyampaikan agar bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) terdistribusi secara tepat sasaran. Pihak kampus diharapkan dapat memprioritaskan mahasiswa yang membutuhkan.

Menurutnya, mahasiswa yang membutuhkan menerima ini. Jangan sampai, penerima beasiswa lainnya juga terima.

“Jangan sampai mahasiswa nonaktif terima. Di sini, peran universitas betul-betul memastikan penerimanya. Data yang tepat. Pihak universitas jangan sampai mempersulit kehidupan orang tua mahasiswa yang sudah sulit di saat sekarang,” kata Faldo Maldini.

Baca Juga: Satgas Penanganan Covid-19 Nasional Tawarkan Tempat Isolasi Terapung di Padang

Faldo Maldini mengajak berbagai organisasi mahasiswa untuk mengawasi pelaksanaan kebijakan ini. Dia juga mendorong agar organisasi mahasiswa bersikap lebih proaktif.

“Organisasi mahasiswa juga harus proaktif. Jangan tidur. Terutama BEM. Harus lihat kanan-kiri. Jangan-jangan ada yang butuh, tapi tidak dapat. Harus kontak kawan-kawan, bikin posko pengaduan kalau perlu,” ajak Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) ini.

“Laporkan kepada kampus. Jangan sampai akibat WFH, fungsi kontrol yang kongkret tidak bejalan optimal. Harusnya, teman-teman BEM sudah sangat paham caranya ini,” tambahnya.

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini menyebutkan akan ada 310 ribu lebih target mahasiswa penerima manfaat dari program bantuan UKT.

Menurutnya, Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) memiliki komitmen yang besar untuk mendukung kebutuhan mahasiswa yang tidak mampu.

“Penerimanya 310.508 orang. Uangnya hampir Rp750 miliar. Tiap orang bisa dapat 2.4 juta rupiah. Kalau butuh lebih, kampus yang harus cari selesihnya,” terangnya.

“Jadi, setiap mahasiswa yang butuh betul-betul terjangkau. Itu fokus pemerintahan. Presiden Jokowi sangat tekankan soal ini. Tidak boleh tawar-tawar. Jangan sampai ada yang berhenti kuliah,” tutup politisi milenial yang pernah mencalonkan diri sebagai Wali Kota Padang dan Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) ini.(rel/imk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.