Berjualan di Fasum, Satpol PP Padang Bongkar Lapak PKL di Dua Kecamatan 

oleh -
Satpol PP bongkar lapak di dua kecamatan di Padang. [humas]

PADANG, SuaraRantau.com- Puluhan Lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) PKL di dua kecamatan di Kota Padang di bongkar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Lapak yang dibongkar Satpol PP itu karena berjualan di atas fasilitas umum yang berada di kawasan Tunggul Hitam, Kecamatan Padang Utara dan kawasan Kecamatan Koto Tangah, Rabu (1/12).

Baca Juga: Turun Peringkat, KI Jabar Kritisi Instrument Penilaian Monev Badan Publik

Sebelumnya petugas telah memberikan surat perintah pembongkaran dalam tengang waktu 3×24 jam.

44 PKL tersebut dinilai melanggar Perda 11 tahun 2005, tentang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat.

“Dalam penertiban ini kita dapati masih ada lapak PKL yang belum di bongkar pemilik, terpaksa kita bantu bongkar dan ada 5 Lapak yang ditinggal pemilik dan kita bawa ke Mako sebagai barang bukti,” ujar Kasat Pol PP Padang, Alfiadi.

Baca Juga: Dinas Kebudayaan Sumbar Gelar Festival Kerajaan Jambu Lipo

Dikatakannya, pihaknya akan terus melakukan pengawasan penertiban terhadap PKL yang memakai fasilitas umum secara bertahap dan berlanjut.

”Kita akan lakukan penertiban secara rutin dan bertahap terhadap PKL yang masih saja menggunakan Fasum sebagai sarana berjualan. Setiap hari petugas lakukan patroli rutin, bagi yang tidak mengindahkan himbauan, dengan terpaksa kita berikan tindakkan tegas,” katanya.

Baca Juga: Wujudkan Keterbukaan Informasi jadi Literasi, KI Provinsi Jabar Bakal Membentuk FJKIP

Untuk itu, Alfiadi mengimbau para PKL agar berjualan di tempat yang semestinya, ditempat yang tidak menggunakan Fasilitas Sosial dan Fasum lainnya.

“Boleh saja berjualan namun tidak mengganggu atau memakai fasum. Mohon untuk memperhatikan lokasi berjualan agar tidak mengganggu pejalan kaki dan aktifitas umum lainnya dan tidak mengganggu lalulintas kendaraan serta menjaga keindahan, kerapian, kebersihan dan kenyamanan, demi terciptanya ketertiban umum dan ketentraman masyarakat di Kota Padang,” pungkasnya. [bob]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.