Beruang Madu Muncul di Nagari Baringin Agam, BKSDA dan Tim PAGARI Turun Tangan

oleh -
BKSDA Sumbar melalui Resor Agam bersama Tim PAGARI Baringin telah melaksanakan penanganan konflik satwa beruang madu di Jorong Sungai Taleh dan Talao Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Senin (1/11).

PADANG, SR–Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melalui Resor Agam telah melaksanakan penanganan konflik satwa beruang madu (Helarctos Malayanus) di Jorong Sungai Taleh dan Talao Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Senin (1/11).

Penanganan konflik satwa beruang madu tersebut melibatkan Tim Patroli Anak Nagari (PAGARI) Baringin yang baru saja terbentuk.

Penanganan dilakukan setelah adanya laporan masyarakat atas kemunculan satwa beruang madu di sekitar pemukiman dan kebun milik warga.

Baca Juga: Penerbangan dari BIM ke Pulau Jawa dan Bali Wajib Vaksin I dan Negatif RT-PCR

Tim PAGARI yang baru saja terbentuk selanjutnya melaksanakan penanganan awal, dengan melakukan wawancara dan identifikasi lapangan terhadap laporan tersebut.

Mengingat semakin tingginya intensitas kemunculan satwa dalam sebulan terakhir, dan beberapa kali sempat berinteraksi dengan warga terutama anak sekolah, Tim PAGARI berkoordinasi dengan Resor KSDA Agam. Koordinasi dilakukan untuk penanganan lebih lanjut terhadap penanganan kemunculan satwa ini.

Kepala BKSDA Sumbar, Ardi Andono menyatakan telah menurunkan tim dari Resor Agam untuk penanganan konflik satwa tersebut.

Tim terlebih utama akan berupaya melakukan identifikasi lapangan untuk mendapatkan kemungkinan arah pergerakan satwa.

“Kemudian akan melakukan penghalauan penggiringan satwa agar masuk kembali ke dalam kawasan hutan terdekat. Tidak tertutup opsi lain dilakukan translokasi satwa sebagai langkah akhir dalam penanganan” sebut Ardi Andono.

Sementara itu Ketua Tim PAGARI Baringin, Roby Arlin menyebutkan, masyarakat beberapa kali melihat satwa itu dekat pemukiman. Sehingga sempat menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Beberapa tanaman warga seperti durian, nangka dan tebu dirusak dan dimakan oleh satwa dilindungi itu.

Dugaan sementara, satwa beruang muncul dipemukiman warga karena melintas untuk mencari makan. BKSDA Sumbar bersama tim PAGARI akan melaksanakan penanganan satwa ini dalam beberapa hari ke depan. “Kepada warga telah dihimbau untuk selalu waspada dan berhati-hati dalam beraktivitas,” himbaunya.(ktk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.