Bimtek Pembinaan Sejarah Minangkabau, Emeraldy Chatra: Tanamkan Nilai Sejarah dan Budaya Kepada Anak Dengan Metode Bacarito

oleh -
Pemateri Akademisi Unand, Emeraldy Chatra. [ist]

PADANG, SuaraRantau.com Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembinaan Sejarah Minangkabau.

Kegiatan Bimtek ini dilaksanakan selama 4 hari, dari tanggal 14 hingga 17 Juni 2022 di Ocean Beach Hotel, Padang.

“Kegiatan ini bertujuan memberikan pencerahan bagaimana mengenalkan sejarah Minangkabau kepada Bundo Kanduang agar bisa memaksimalkan perannya,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Syaifullah.

Baca Juga: Gasak Handphone dan Laptop di Panti Asuhan, Seorang Nelayan di Padang Diciduk Tim Klewang

Ia mengatakan, dengan kegiatan Bimtek ini para peserta dapat mengimplementasikan pengenalan sejarah Minangkabau ini di daerahnya masing-masing-masing-masing. 

“Dimulai dari pengenalan pada diri sendiri hingga keluarga terdekat. Kemudian ke konteks yang lebih luas seperti kaum dan nagari,” bebernya.

Adapun beberapa pemateri selain Nela Abdika Zamri, yaitu Bundo Kanduang Provinsi Sumbar, Raudha Thaib, akademisi Unand Selfi Mahat Putri, Emeraldy Chatra, dan Anton Rosari, serta akademisi UIN Imam Bonjol Padang Yulizal Yunus.

Baca Juga: Trofeo Tour Semen Padang FC, Gasak Tuan Rumah BBS Batu Balang Skor Telak 5-1

Pemateri, Emeraldy Chatra memberikan pemahaman bagaimana menanamkan nilai sejarah dan budaya kepada anak dengan metode bacarito.

“Metode bacarito ini sangat efektif dan ini merupakan bagian dari tradisi Islam yang sudah dipraktikkan Nabi Muhammad SAW,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dengan bacarito mengajari anak-anak tentang konsep, nilai dan prilaku.

“Bacarito berbeda dengan instruksi langsung atau kuliah karena pendengar tidak kuatir akan dikritik, diperintah, dan memberi peluang untuk belajar dari pengalaman orang lain,” ungkapnya.

Baca Juga: Ridwan Kamil Ikut Mendoakan Perjuangan Ibu yang Anaknya Hanyut Tak Ditemukan di Padang

Selain itu, bacarito juga efektif karena pendengar melihat diri mereka sendiri ada dalam karakter-karakter orang yang diceritakan, yang membuat mereka lebih mudah menghubungkan peristiwa yang diceritakan dengan karakter mereka sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.