Butuh 11 Tahun Membangun Jembatan Kuranji di Padang, Ini Kendala yang Dihadapi

oleh -
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno bersama Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah meresmikan jembatan Kuranji di Kota Padang, Selasa (8/2)

PADANG, SR–Jembatan Kuranji yang menghubungkan Kecamatan Kuranji dengan Kecamatan Pauh di Kota Padang, membutuhkan waktu 11 tahun untuk selesai dibangun. Penyebab lamanya pembanguna jembatan tersebut, karena persoalan pembebasan lahan.

“Proses pembangunannya dimulai sejak 2010, namun baru selesai pada 2021. Mungkin ini pembangunan jembatan terlama di Sumbar,” kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Padang, Selasa (9/2).

Ia mengatakan itu, saat meresmikan jembatan sepanjang 160 meter tersebut. Ia mengatakan pembebasan lahan kerapkali menjadi kendala pembangunan infrastruktur di Sumbar.

Namun dengan berbagai pendekatan baik secara persuasif maupun dengan hukum, pembangunan tetap bisa dilakukan meski kadang molor dari target.

Baca Juga: Gaji dan BBM Tidak Dibayarkan, Petugas Kebersihan Mogok, Sampah Menumpuk di Padang

“Sebenarnya negara memiliki UU Nomor 2 Tahun 2012 yang memungkinkan pembebasan lahan dengan konsinyasi atau penitipan uang ganti rugi di pengadilan. Tapi kita tetap mendahulukan upaya persuasif,” katanya.

Irwan Prayitno mengatakan, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi yang pada ujungnya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, masyarakat diimbau untuk mendukung pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah.

Kepala Dinas PUPR Provinsi Sumbar, Fathol Bari mengatakan pembangunan jembatan itu dibangun tiga tahap. Masing-masing bentang I dan II sepanjang 30 meter dan bentang III sepanjang 100 meter. Total panjang jembatan tersebut 160 meter. “Total anggaran adalah 50,3 miliar untuk jembatan dan jalan penghubung sepanjang 684 meter,” katanya.

Ia mengatakan jalan dan jembatan itu akan diberikan satu lapisan lagi. Sehingga, bisa digunakan kendaraan dengan tonase maksimal 8 ton.

Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, pihaknya segera menganggarkan biaya pemeliharaan jembatan di antaranya penambahan lampu di jembatan agar tidak digunakan sebagai tempat mankal pasangan bukan muhrim.(rel/imk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.