Daerah Terisolir di Pasaman Butuh Pembangunan Akses Jalan

oleh -
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah berkunjung ke Jorong Lima Partamuan, Nagari Muara Sungai Lolo, Kabupaten Pasaman, Rabu (21/7).

Mahyeldi Ansharullah juga mengagumi karya anyaman pandan seorang warga, Vini yang membuat tikar shalat imam dan tempat beras takziah. Tentunya kerajinan tangan ini dapat dikembangkan kepada generasi berikutnya, sebagai tradisi budaya masyarakat memanfaatkan waktu senggang bagi kaum ibu-ibu.

“Belum lagi khas ikan garing yang enak. Jika kembangkan lebih banyak lagi tentunya akan memberikan dampak sehat bagi perekonomian masyarakat Jorong Lima Partamuan,” ungkapnya.

Wakil Bupati Pasaman, Sabar As menyampaikan, jika tranportasi jalan Rao – Marpat Tunggul Selatan ini tuntas, tentunya nagari dan jorong di sekitar ini akan merdeka dari keterisoliran selama ini.

“Indonesia akan merayakan 76 tahun kemerdekaannya. Namun masih saja ada nagari dan jorong belum merdeka dari keterisoliran dan keterbelakangan kemajuan pembangunan,” katanya.

Sabar As juga mengungkapkan nagari dan jorong-jorong terisolir di Pasaman ini masih banyak. Mereka kurang dari segala sarana kemajuan pembangunan, belum ada listrik, jalan transportasi apa lagi yang namanya jaringan komunikasi.

Pemerintah Kabupaten Pasaman ingin bersama-sama Pemprov Sumbar bersinergi dan berkolaborasi memerdekakan banyak nagari dan jorong-jorong terisolir di Pasaman ini.

“Dukungan dan kebersamaan dengan masyarakat tentu menjadi bagian tak terpisahkan dari keinginan besar menjadi daerah yang merdeka dari keterbelakangan dan keterisoliran,” harapnya.

Wali Nagari Muara Sungai Lolo, Ogi Arianto mengatakan, nagari ini belum tersentuh infrastruktur pembangunan. Jangankan jalan transportasi, jaringan listrik pun belum ada.

Kondisi di nagari tersebut saat ini, menurutnya, sudah ada bantuan listrik solar panel, energi listrik yang mempergunakan cahaya matahari dengan program listrik mandiri (limar). Juga sudah ada Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yang merupakan teknologi untuk memanfaatkan debit air yang ada untuk diubah menjadi energi listrik. “Akan tetapi belum memadai,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.