Dampak Pandemi Covid-19, Jumlah Penduduk Miskin Baru di Sumbar Capai 16,57 Ribu Jiwa

oleh -
Wagub Sumbar, Audy Joinaldy pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sumbar terkait penyampaian Nota Pengantar Ranperda APBD Provinsi Sumbar tahun 2022, Kamis (14/10) di Ruang Rapat Utama DPRD Sumbar.

PADANG , SR–Pandemi Covid-19 yang tidak kunjung usai memberi berpengaruh besar pada penerimaan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar).

Beberapa indikator ekonomi makro untuk daerah Sumbar mencatat, pandemi Covid-19 pada tahun 2020 menekan pertumbuhan ekonomi. Di mana Sumbar tercatat mengalami terkontraksi sekitar -1,6%.

“Pertumbuhan PDRB per kapita pun terkontraksi ke angka Rp30,64 juta dari sebelumnya pada tahun 2019 berada di angka Rp31,67 juta,” ungkap Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar, Audy Joinaldy pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sumbar terkait penyampaian Nota Pengantar Ranperda APBD Provinsi Sumbar tahun 2022, Kamis (14/10) di Ruang Rapat Utama DPRD Sumbar.

Untuk tahun 2022, pertumbuhan ekonomi Sumbar diperkirakan berada pada angka 5,4 – 5,7 persen. Hal ini didorong trend positif dari harga CPO dan karet dunia. Sehingga mendorong sektor pertanian dan perkebunan.

Baca Juga: TMMD ke-112 di Kabupaten Solok Resmi Ditutup, Masyarakat Diminta Pelihara Hasil Pembangunan Fisik

Audy Joinaldy menambahkan, kondisi lain yang mempengaruhi pertumbuhan tersebut adalah pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru yang diyakini mampu mendorong adanya investasi di koridor pertumbuhan ekonomi utama Sumbar.

Dari sisi ketimpangan pendapatan masyarakat yang diukur dari gini ratio, walaupun cenderung mengalami penurunan secara lambat dalam 10 tahun terakhir, tetapi secara pemerataan pendapatan justru mengalami trend positif.

“Di mana pada tahun sebelumnya dari 0,006 point menjadi 0,301 pada tahun 2020 yang lalu, pandemi Covid-19 justru menurunkan tingkat ketimpangan pendapatan masyarakat di Provinsi Sumbar,” jelas Audy Joinaldy.

Untuk aspek kemiskinan dan pengangguran, pandemi Covid-19 juga menambah jumlah penduduk miskin baru sebanyak 16,57 ribu jiwa. Sehingga meningkatkan angka kemiskinan dari 6,40% menjadi 6,56%. jumlah pun bertambah 44,85 ribu orang, meningkat dari 5,33% menjadi 6,88%.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.