Danlantamal II Padang Luncurkan Buku Otobiografi Berjudul “Stokar Oplet Jadi Komandan Kapal Perang”

oleh -
Danlantamal II Padang, Laksamana Pertama TNI Hargianto

PADANG,  SR–Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) II Padang, Laksamana Pertama TNI Hargianto akan meluncurkan buku otobiografi dirinya berjudul “Stokar Oplet Jadi Komandan Kapal Perang”, bertepatan syukuran ulang tahunnya, pada Jumat, 22 Oktober 2021 mendatang.

Buku ini bisa didapat dengan memesan langsung ke Penerbit HAN atau melalui akun instagram @hargianto.han. Melalui otobiografi yang ditulis langsung oleh karya Laksamana Pertama TNI Hargianto tersebut, ia berharap buku tersebut dapat mendorong setiap generasi muda, agar berani bercita-cita setinggi langit dan berusaha keras untuk mewujudkannya.

“Buku ini saya tulis untuk mendorong generasi muda agar mereka berani bercita-cita setinggi langit dan berusaha keras untuk mewujudkannya,” kata Laksamana Pertama TNI Hargianto. Rabu, (20/10).

Laksamana Madya TNI (Purn.) Djoko Sumaryono yang pernah menjadi atasan beliau mengungkapkan, dari judulnya terlihat Hargianto tidak mau melupakan masa remajanya yang pernah menjadi stokar (kernet) angkutan kota (angkot).

Baca Juga: Ribuan Warga Sikakap Kepulauan Mentawai Antusias Ikut Vaksin Covid-19 di KRI Bontang 907

“Menurut saya, hal ini justru bagus untuk menginspirasi generasi muda, bahwa status ekonomi yang kurang berpunya bukanlah menjadi halangan untuk meraih cita-cita besar,” jelasnya.

Buku otobiografi ini ditulis oleh Laksamana Pertama TNI Hargianto di sela-sela kesibukan menjabat Danlantamal II Padang. Dalam buku setebal lebih dari 400 halaman ini, beliau memaparkan mengenai perjuangan kedua orangtuanya telah membentuk karakter dirinya sejak kecil, perjalanan beliau bersekolah dari SD sampai lulus Akademi Angkatan Laut, hingga kariernya sebagai perwira militer, sumbangsih dan sejumlah pemikiran beliau.

Ayahnya, yang bernama Bahar Sutan Baheram, biasa beliau dipanggil dengan sebutan Apak, mengajarkan disiplin dan ketekunan dalam hidup. Apak pernah menjadi tentara dengan pangkat terakhir Kopral, yang kemudian berhenti menjadi tentara karena permintaan orangtuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.