Danrem 032/Wirabraja: Tingginya Angka Positif Covid-19 di Sumbar Karena Lemahnya Penerapan Prokes

oleh -
Danrem 032/Wirabraja, Brigjen TNI Arief Gajah Mada, S.E.,M.M

PADANG, SR–Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, di beberapa pemerintah kabupaten kota, sudah menyikapi terkait kondisi perkembangan kasus positif Covid-19 yang semakin meningkat.

Pemerintah kabupaten kota menurutnya, menyikapi dengan melaksanakan sejumlah langkah dan kordinasi. Di antara mereka juga sudah menindaklanjuti apa yang diperintahkan Mendagri terkait instruksi pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro.

“Di antara langkah yang diambil, penanganan pada skala mikro. Instruksinya ada desa, kelurahan, nagari hingga RT. Di tingkat RT seperti yang ada di Kota Padang dengan hadirnya Kongsi Covid-19,” ungkap Mahyeldi Ansharullah, usai memimpin rapat pelaksanaan PPKM untuk menekan peningkatan Covid-19 di Sumbar, Rabu (7/7) di Auditorium Gubernuran.

Baca Juga: Waspada Munculnya Ledakan, Positif Covid-19 di Sumbar Capai Angka Tertinggi

Rapat juga dihadiri Wakil Gubernur, Audy Joinaldy, Wakil Ketua DPRD Sumbar, Irsyad Syafar, jajaran OPD di lingkup Pemprov Sumbar serta Forkopimda Sumbar.

Rapat juga mengikutsertakan empat wali kota yang daerahnya memberlakukan PPKM mikro, melalui zoom metting. Empat wali kota tersebut yakni, Wali Kota Padang, Hendri Septa, Wali Kota Bukittinggi, Erman Syafar, Wali Kota Padang Panjang, Fadly Amran dan Wali Kota Solok, Zul Elfian.

Mahyeldi Ansharullah mengatakan, untuk isolasi mandiri di tingkat desa, nagari, maksimal ada 20 persen dan disediakan fasilitasnya di tingkat nagari dan kabupaten kota. Mahyeldi Ansharullah menambahkan, ketika tracing dan testing ditingkatkan, ada pemerintah kota, kabupaten dan nagari yang memfasilitasi ketersediaan tempat untuk penanganannya.

“Kita tingkatkan testing dan tracing. Kemudian menerapkan disiplin penerapan protkol kesehatan (prokes) di semua lini dengan mematuhi peraturan daerah di masing masing daerah. Di tingkat nagari perlu penekanan. Ketika testing dan tracing dimaksimalkan akan ada peningkatan angka positif Covid-19. Maka, 20 persen nantinya yang akan isolasi mandiri, selebihnya isolasi di nagari dan kabupaten,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.