Deputi IV Menko Marves ” RDF Teknologi dan Incenerator Aie Dingin Menjadikan Kawasan Edukasi Pengolahan Sampah dan Limbah B3″

oleh -
Foto bersama Rombongan Deputi Bidang Koordinasi Bidang Pengelolaan Lingkungan dan Hutan, bersama Kementrian didampingi Gubernur Mahyeldi Ansharullah dan OPD terkait Pemprov dan Kota Padang mengunjungi calon lokasi pengelolaan sampah menggunakan teknologi RDF dan Fasilitas Incenerator LB3 di Aie Dingin. [siti aisyah]

 Ir. Siti Aisyah, MSi,

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat


Jumat (24/9/21) Rombongan Deputi Bidang Koordinasi Bidang Pengelolaan Lingkungan dan Hutan, bersama Kementrian didampingi Bpk Gubernur dan OPD terkait Pemprov dan Kota Padang mengunjungi calon lokasi pengelolaan sampah menggunakan teknologi RDF dan Fasilitas Incenerator LB3 di Aie Dingin.

Lokasi kedua pengolahan tersebut berdekatan sehingga cocok utk dikembangan menjadi kawasan edukasi pengolahan sampah dan Lb3.

Provinsi Sumatera Barat bukan provinsi pertama utk menerapkan teknologi tersebut. Sudah ada provinsi lain yang menerapkan untuk teknologi RDF telah dilakukan di Cilacap Provinsi Jawa Tengah dan teknologi Incenerator LB3 telah dilakukan di Makasar Provinsi Sulawesi selatan. Kedua provinsi tersebut telah berhasik menggunakan teknologi tersebut bahkan menjadikan sumber pendapatan daerah karena RDF dapat digunakan sebagai bahan pengganti batubara di pabrik semen dan PLTU. Dengan demikian bukan hal yang “coba- coba” sudah ada contoh untuk ditiru dan disempurnakan.

Posisi Fasilitas Pengolahan Limbah B3 Medis sudah siap operasional karena sudah dilakukan uji coba. Dengan beroperasi fasilitas Incenerator ini maka akan menyelesaikan permasalahan limbah B3 khususnya medis di Sumatera Barat bahkan provinsi tetangga.

Untuk penerapan teknologi RDF, saat ini dalam posisi sudah disusun FS nya, diharapkan DED nya dapat disusun di tahun anggaran perubahan 2021 dan AMDAL nya ditahun 2022 sehingga RDF Plant ini dapat beroperasi sebelum tahun 2026. Tahub 2026 TPA Aie Dingin Kota Padang diperkirakan tidak dapat menampung sampah yang dihasilkan hampir 450 ton/hari. RDF yang diharapkan dapat mengolah sampah dengan kapasitas lebih 500 ton/Hari maka diharapkan tidak hanya dapat mengolah sampah segar tapi sampah lama sehingga kawasan itu nantinya kembali bersih dari sampah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.