Di Padang, Pesta Perkawinan Dilarang Mulai 9 November, Budi Syahrial: Jangan Tebang Pilih

oleh -
Anggota DPRD Kota Padang, Budi Syahrial

PADANG, SR–Wali Kota Padang mengeluarkan surat edaran larangan pesta perkawinan dan batasan bagi pelaku usaha di Kota Padang, yang ditandatangani oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Padang, Hendri Septa, tertanggal 12 Oktober 2020.

Dalam surat edaran tersebut melarang mengadakan pesta perkawinan di gedung dan di rumah, terhitung 9 November 2020 nanti. Meski dilarang, namun akad nikah boleh dilaksanakan di Kantor KUA dan rumah ibadah.

Selain itu, jika ada pelanggaran, maka akan dibubarkan. Selain itu, pelaku usaha seperti café, harus menyediakan bangku hanya 50 persen dari kapasitas ruangan.

Kepala Bagian Hukum, Sekretariat Daerah Kota Padang, Yopi Krislova, Selasa (13/10), menjelaskan, surat edaran itu dibuat untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 yang semakin hari, semakin tinggi di Kota Padang. Selain itu, surat edaran itu diberlakukan tanggal 9 November 2020 agar masyarakat mengetahui jauh-jauh hari.

Baca Juga: Tak Peduli Pandemi Covid-19 Meningkat, Anggota DPRD Padang Berangkat juga ke Pekanbaru

“Pertimbangan surat edaran ini diberlakukan pada 9 November 2020 karena banyak masyarakat sudah membooking tempat pesta perkawinan,” ucapnya.

Selanjutnya, menurut Yopi Krislova untuk pelaku usaha seperti café, dalam menjalankan usaha dagangannya, diutamakan untuk membungkus makanan yang di beli. “Dalam surat edaran tersebut dijelaskan bahwa bangku hanya 50 persen dalam kapasitas ruangan untuk cafe, dan diutamakan pembelian dalam bentuk bungkus,” jelasnya.

Terpisah, Anggota DPRD Kota Padang, Budi Syahrial mendukung atas dikeluarkannya Surat Edaran Wali Kota Padang ini. Menurutnya, Pemko Padang harus membuat kebijakan jelas dalam menekan pademi Covid-19 ini.

“Saya sangat mendukung. Tetapi pemerintah dalam melakukan pengawasannya jangan tembang pilih. Jangan sampai keluarga pejabat, ASN, polisi diperbolehkan. Selain itu, Satpol PP harus melakukan kontrol yang tegas jika ada pelaksanaan pesta perkawinan di lapangan,” tegasnya.(ktk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.