Di Padang, Shalat Idul Adha Diminta Terapkan Protokol Kesehatan

oleh -
Kabag Kesra Setdako Padang, Fuji Astomi. [Diskominfo Padang]

PADANG, SR – Meski masih dalam masa penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Padang, tetapi Pemko Padang membolehkan warga melaksanakan Shalat Idul Adha di masjid dan mushola.

Kepala Bagian Kesra Setdako Padang, Fuji Astomi, mengungkapkan, meskipun diperbolehkan untuk melaksanakan Shalat Idul Adha, namun penerapan shalat selama PPKM Darurat ini dengan persyaratan protokol kesehatan (prokes) ketat.

Baca Juga: Sapi Sumbangan Presiden Seberat 1,2 Ton di Serahkan Gubernur ke Masjid Raya Sumbar

“Prokes yang mesti diperhatikan pengurus masjid, seperti mempependek waktu kutbah Shalat Idul Adha, maksimal 15 menit saja,” katanya.

Kemudian lanjutnya, shaf shalat mesti berjarak, tidak rapat. Kemudian jamaah yang akan shalat juga harus menggunakan masker dan membawa pelengkapan shalat sendiri.

“Jika jamaah tidak menggunakan masker, pengurus masjid menyuruh jemaah tersebut kembali pulang untuk mengambil dan mengenakan masker saat di masjid atau mushola,” tambahnya.

Fuji Astomi juga mengingatkan pengurus masjid, untuk memperhatikan prokes tersebut saat pelaksanaan Shalat Idul Adha nantinya.

“Pengurus masjid juga diminta melaksanan rukun Shalat Idul Adha saja, setelah itu jemaah diminta pulang ke rumah. Tujuannya agar tidak terjadi kerumunan jemaah yang rentan penularan Covid-19,” pungkasnya. (bob/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.