Diduga Korupsi Dana Kemahasiswaan, Kejari Padang Tahan Oknum Pegawai Unand

oleh -
Kajari Padang, Dr. Aliansyah, SH,MH, yang didampingi Kasi Intel Afliandi dan Kasi Pidsus Yuli Andri menggiring tersangka kasus dugaan korupsi dana kemahasiswaan Unand, jelang konferensi pers, Senin (10/6). Foto: Dokumen Kejari Padang.

PADANG, SuaraRantau.Com–Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang resmi menahan seorang oknum Pegawai Universitas Andalas (Unand) yang diduga terlibat dalam korupsi atau penyalahgunaan dana kemahasiswaan.

Tersangka berinisial MA itu ditahan oleh Kejari Padang di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Anak Air selama 20 hari ke depan dari tanggal 10 Juni hingga 29 Juni 2024.

“MA ditetapkan tersangka kasus dugaan penyalahgunaan anggaran dana pendidikan dan kemahasiswaan bidang 1 di Unand Tahun Anggaran 2022,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Padang, Dr. Aliansyah, SH,MH, didampingi Kasi Intel Afliandi dan Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Yuli Andri, kepada wartawan, Senin, (10/6).

Dikatakannya, kasus ini bermula pada bulan Agustus 2022. Di mana pada saat itu terjadi perubahan status Unand dari Badan Layanan Umum (BLU) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH).

Dengan peralihan tersebut, Bidang 1 Unand menjadi pengelola dana anggaran pendidikan dan kemahasiswaan sekitar Rp48.781.023.391. “Dana tersebut dikelola oleh struktur kepengurusan yang baru pasca menjadi PTNBH. Tersangka berinisial MA ini dilantik menjadi Bendahara Pengeluaran Pembantu Akademik dan Kemahasiswaan,” kata eks Asisten Intelijen (Asintel) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung tersebut.

Baca Juga: TMMD ke-120 di Tanah Datar Resmi Ditutup, TNI Bersama Masyarakat Bangkit Membangun saat Bencana

Selama menjadi Bendahara Pengeluaran Pembantu Akademik, katanya, tersangka memiliki kewenangan yang dimilikinya untuk menarik dana bidang akademik dan kemahasiswaan.

“Namun, dana tersebut tidak langsung didistribusikan kepada yang berhak. Tersangka MA justru memindahkan sebagian dana tersebut ke rekening pribadi miliknya,” ucap Mantan Kajari Solok ini.

Pada tanggal 31 Desember 2022, katanya, tersangka MA atas inisiatifnya sendiri memindahkan dana ke rekening pribadinya sebesar Rp1.885.134.204. “Sebagian dana tersebut sudah didistribusikan kepada yang berhak dan sisanya digunakan untuk kepentingan pribadi. Hasil penghitungan kerugian negara oleh auditor diketahui mencapai Rp566.145.081,” imbuhnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.