Digantikan Pendidikan Formal di Sekolah, Peran Surau Mulai Terdegradasi

oleh -
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, saat Batagak Kudokudo Surau Lubuak Tajun, Kaum Sikumbang Datuak Putiah, di Jorong Sarang Gagak, Nagari Pakandangan Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Senin (8/11).

PADANGPARIAMAN, SR–Salah satu kearifan lokal di tingkat nagari di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) adalah pendidikan di surau (mushala). Kearifan lokal ini menjadi ondasi pembentukan jiwa kepemimpinan di daerah. Karena itu keberadaannya harus terus dilestarikan.

“Salah satu kearifan lokal itu adalah pendidikan di surau (mushalla) milik kaum atau suku. Selain ilmu keagamaan, surau di Sumbar juga berfungsi memberikan pendidikan silat dan adat. Dua hal itu adalah pondasi untuk membangun jiwa kepemimpinan,” kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, saat Batagak Kudokudo Surau Lubuak Tajun, Kaum Sikumbang Datuak Putiah, di Jorong Sarang Gagak, Nagari Pakandangan Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Senin (8/11).

Baca Juga: Siswi SMKN 8 Padang Raih Juara II LKS Nasional XXIX Bidang Teknik Tekstil

Dengan memiliki pondasi yang kuat, menurut Mahyeldi Ansharullah maka pengembangan potensi diri untuk menjadi seorang pemimpin akan lebih mudah, saat memasuki pendidikan formal belajar berorganisasi.

Saat ini, tidak semua kaum atau suku di Minangkabau yang masih memiliki surau. Perannya mulai terdegradasi, sebagian besar digantikan oleh pendidikan formal di sekolah. Meskipun di masjid tetap ada pendidikan keagamaan, tetapi dibandingkan peran surau pada masa lalu, posisinya tidak sama lagi.

Karena itu ia mengapresiasi suku-suku yang masih mempertahankan surau untuk mendidik generasi mudanya untuk bisa menjadi pemimpin masa mendatang.

“Pada masa perjuangan dan awal kemerdekaan, sejarawan mencatat ada sekitar 2.000 tokoh asal Minangkabau yang berperan di tingkat nasional. Peran kearifan lokal di tingkat nagarilah yang menciptakannya. Karena itu dengan adanya gerakan kembali ke nagari, sesungguhnya hal itu pula yang ingin dibangkitkan,” ujarnya.

Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur mengatakan Surau Lubuak Tajun selain berfungsi sebagai surau kaum juga dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat. Terutama saat puluhan ribu peziarah mendatangi Surau Lubuak yang berada tidak jauh dari lokasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.