Dimulai 28 Maret hingga 17 April 2023, Sebanyak 200 Ribu Siswa SMA dan SMK di Sumbar Ikuti Pesantren Ramadhan di Masjid

oleh -
Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Barlius (tengah) saat jumpa pers di Dinas Kominfotik Sumbar, Jumat (24/3).

Secara teknisnya, siswa nantinya mendaftar ke sekolah. Dengan mendaftarkan masjid tempat pesantren ramadhan. Kemudian sekolah berkoordinasi dengan pengurus masjid, serta menyerahkan nama-nama siswa yang mengikuti pesantren ramadhan.

Langkah itu untuk memudahkan siswa untuk mengikuti pesantren ramadhan. Siswa tidak akan jauh dari rumah, jika dalam satu lingkungan tersebut minimal 15 siswa sudah bisa mendaftarkan masjid atau musala untuk pelaksanaan pesantren.

“Begitu juga dengan guru, tidak jauh dari rumah. Karena guru mendampingi siswa di masjid yang terdekat dengan rumahnya,” sebutnya.

Untuk waktu pelaksanaan nanti bisa beragam. Menyesuaikan dengan jadwal SD dan SMP yang dilaksanakan oleh kabupaten/kota. Jika SD dan SMP sampai pukul 10.00 WIB, maka SMA, SMK dan SLB di waktu selanjutnya. Atau bisa sebaliknya.

Menurutnya, pesantren ramadhan tersebut salah satu cara untuk membentuk karakter anak. Karena dengan momentum pesantren ramadhan itulah waktu untuk mempertemukan anak berkolaborasi dalam satu kegiatan.

“Kita sadari selama ini ada anak yang tidak saling kenal dalam satu kompleks. Alasannya karena sekolah berbeda, kemudian tidak ada media yang mempertemukan mereka. Makanya sekarang kita buat kolaboratif,” pungkasnya.

Dalam pelaksanaan pesantren ramadhan SMA/SMK dan SLB ini didukung oleh Ikatan Dai Indonesia (IKADI), dibantu Asosiasi Guru Pendidik Agama Islam seluruh Indonesia. Ditambah dengan penyuluh agama Kementerian Agama.(sar)

No More Posts Available.

No more pages to load.