Dukungan Mahyeldi Datang dari Jepang, Jumiarti Agus: Pilih Pemimpin yang Jelas Keislamannya

oleh -
Ketua ACIKITA Internasional di Kobe, Jepang, Jumiarti Agus

PADANG, SR–Dukungan untuk Calon Gubernur Sumbar Nomor Uurut 4, Buya Mahyeldi Ansharullah tidak hanya dari provinsi Sumbar dan dalam negeri. Para perantau di luar negeri pun tak ingin ketinggalan.

Seperti Ketua ACIKITA (Aku Cinta Indonesia Kita) Internasional di Kobe, Jepang, Jumiarti Agus. Mahasiswa Doktoral Program Prof Yoshiharu Doi di Tokyo Institute of Technology, Jepang itu meyakini, Mahyeldi adalah gubernur paling cocok untuk Sumbar karena keislamannya yang baik.

Seperti diketahui ACIKITA adalah organisasi yang didirikan oleh anak bangsa di Tokyo, pada 4 Oktober 2006 silam. Mereka adalah akademisi dan kaum yang peduli untuk kemajuan Indonesia, yang tinggal di Jepang. ACIKITA didirikan oleh Dr. Eng Jumiarti Agus; Dr. Prihardi Kahar, dan Rahmiwati Agus, S.Ag.

Baca Juga: Targetkan 77,5 % Pemilih ke TPS, Positif Covid-19 juga harus Dilayani Mencoblos

Pemimpin yang jelas keislamannya, akan memimpin umat sesuai garis besar haluan dari Allah SWT. Mereka akan takut dosa, bila memberikan proyek pada kolega dan keluarganya. Mereka akan prioritaskan pendidikan, kemajuan dan kesejahteraan ummat. InsyaAllah,” kata Alumni Kimia Unand tahun 1991 ini, Jumat (4/12).

Dia menyebutkan, kenapa ACIKITA ikut berjuang support para pemimpin di Indonesia, termasuk di daerah? Karena pemimpin punya power dalam menentukan keputusan. Perjuangan ACIKITA sejatinya adalah perjuangan untuk memajukan Indonesia, melalui perbaikan sistem pendidikan. Artinya perjuangan memperbaiki kualitas diri manusia Indonesia.

Selagi sistem pendidikan di Indonesia tidak mengacu pada sistem pendidikan versi Allah, maka bangsa ini akan terus punya banyak masalah. “Jadi mari masyarakat untuk pilih pemimpin yang jelas, paham, dan mengaktualisasikan nilai-nilai Islami,” katanya.

Untuk Sumbar, sebutnya, mari memilih Buya Mahyeldi yang Insya Allah bersih dan fokus memimpin untuk kemajuan umat. “Terkait Buya Mahyeldi, sejak jadi Wali Kota Padang, tidak punya akumulasi uang yang dahsyat. Dana kampanye beliau saja datang dari sumbangan dan gotong royong alumni Unand, relawan, dan aktivis militan PKS,” katanya. (rel/imk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.