Empat Anggota DPD RI Sebar 40 Ribu Vaksin Covid-19 untuk Masyarakat Sumbar

oleh -
Anggota DPD RI, Emma Yohanna, Leonardy Harmainy, Muslim Muhammad Yatim dan Alirman Sori menghadiri peluncuran aplikasi Bigstar di RSUP M Djamil Padang, Kamis (23/9).

PADANG, SR–Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) belakangan menjadi sorotan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) lantaran capaian vaksinasi Covid-19 di daerah ini masih rendah. Bahkan, saat ini, berada di bawah standar nasional dengan 20 persen dari total jumlah penduduk.

Berbagai pihak ikut membantu untuk pencapaian vaksinasi ini terus meningkat. Salah satunya, dorongan percepatan vaksinasi datang dari para legislator asal Sumbar.

Mereka terdiri dari Anggota DPD RI, Emma Yohanna, Leonardy Harmainy, Muslim Muhammad Yatim dan Alirman Sori. Dukungan yang diberikan dengan menyebarkan 40 ribu dosis vaksin Covid-19 di Sumbar.

“Kami mendorong pemerintah, bagaimana meningkatkan vaksinasi di Sumbar,” kata Emma Yohanna usai menghadiri peluncuran aplikasi Bigstar di RSUP M Djamil Padang, Kamis (23/9).

Baca Juga: RSUP M Djamil Padang Luncurkan Bigstar, Aplikasi Pertama Menyajikan Bahan Penelitian

Emma Yohanna mengatakan, pihaknya sangat memberikan perhatian khusus dalam percepatan vaksinasi. Maka itu, ribuan dosis vaksin disebar untuk masyarakat.

“Kami empat orang Anggota DPD RI diberikan 40 ribu vaksin untuk dimanfaatkan di Sumbar bulan ini. Sebanyak 10 ribu untuk satu Anggota DPD RI. Itu akan kami sebar untuk masyarakat tentu bekerja sama lembaga pemerintah,” jelasnya.

Menurut Emma Yohanna, rendahnya capaian vaksinasi bukan lantaran banyak kendala yang dihadapi. Pemerintah daerah dan lembaga lainnya selalu bergerak untuk melakukan berbagai upaya.

“Artinya tidak hanya pemerintah tapi lembaga lain untuk melaksanakan vaksin. Dorong terus pemerintah agar vaksin dipercepat. Kendala sepertinya tidak terlalu banyak kendala,” ujarnya.

“Tapi ketersediaan vaksin, kan vaksin tidak dikirim langsung semua. Tapi setelah kita pakai, nanti datang lagi dari pusat. Sebenarnya sudah ada pembagian per daerah. Kami sedang mendata daerah-daerah. Karena kita diminta mendata di mana daerahnya nanti sama siapa bekerja sama,” sambungnya.(ktk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.