Erizaldi Resmi Sandang Gelar Datuak Majodeso, Gubernur Ingatkan Penghulu Memiliki Tanggung Jawab Besar

oleh -
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menghadiri prosesi malewakan gelar adat Datuak Majodeso kepada Erizaldi sebagai Penghulu Adat Kaum Suku Piliang Sungai Lawai, Nagari Kuranji Hulu, Kabupaten Padang Pariaman. Foto: Ari/Biro Adpim Sumbar

PADANGPARIAMAN, SuaraRantau.Com–Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah mengucapkan selamat kepada Erizaldi yang resmi menyandang gelar Datuak Majodeso setelah dilewakan sebagai Penghulu Adat Kaum Suku Piliang Sungai Lawai, Nagari Kuranji Hulu, Kabupaten Padang Pariaman.

“Selamat kepada Keluarga Besar Suku Piliang, khususnya kepada Datuak Majodeso Erizaldi. Semoga mampu menjalankan amanah ini sebaik-baiknya dan mampu menjaga sumpah sebagai panghulu,” ucap Mahyeldi saat prosesi di Balairung Sari Datuak Majodeso, Sungai Lawai, Minggu, (30/6).

Mahyeldi menyampaikan, gelar adat sebagai penghulu yang disandang merupakan amanah yang mengandung tanggung jawab dan kewajiban yang besar. Sebagai pemimpin adat, seorang datuak wajib hukumnya memahami nilai-nilai adat dan nilai-nilai agama.

“Tentu setelah dikukuhkan sebagai penghulu, Erizaldi Datuak Majodeso resmi menyandang tanggung jawab besar terhadap anak kemenakan dan kaum. Tanggung jawab yang menjadi semakin berat di tengah ancaman perilaku menyimpang di tengah kehidupan generasi muda saat ini,” kata Mahyeldi.

Baca Juga: Wisuda 1.723 Lulusan, UNP Bangun Demokrasi di Kampus, Hilangkan Perbedaan Latar Sosial-Budaya

Mahyeldi juga mengajak, agar seluruh ninik mamak, cadiak pandai, dan tokoh masyarakat untuk membimbing generasi muda agar tidak terjerumus dengan perilaku yang menyimpang tersebut dengan mempedomani nilai falsafah Adat Basandi Syarak – Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

“Sehingga dengan memegang teguh filosofi tersebut, dalam menjalankan peran masing-masing kita dapat menghadapi setiap persoalan yang ada di nagari,” ujar Mahyeldi lagi.

Selanjutnya, ia juga mengajak semua pihak untuk saling bersinergi dan bekerja sama dalam membangun daerah serta mempererat tali silaturrahmi antara sesama suku, kaum, dan masyarakat dalam Nagari.

“Semakin kuatnya persatuan dan kesatuan para panghulu, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, dan generasi mudanya, maka semakin cepat pula Nagari berkembang dan memaksimalkan setiap potensi yang ada,” ujar Mahyeldi lagi.

No More Posts Available.

No more pages to load.