Gawat, Sumbar Masuk 6 Provinsi Klaster Pertemuan Tatap Muka di Sekolah, Begini Kata Pakar

oleh -
Pakar kesehatan dari Pusat Kajian Lingkungan Hidup (PKLH) UNP dr. Elsa Yuniarti, M.Biomed, AIFO-K

PADANG, SR–Berdasarkan data Kemendikbudristek pada 23 September 2021, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) masuk dalam enam provinsi terjadinya klaster Covid-19 saat Pertemuan Tatap Muka (PTM) di sekolah.

Rincian enam provinsi tersebut antara lain, Jawa Timur sebanyak 165 klaster, Jawa Barat (149 klaster), Jawa Tengah (131 klaster), Sumatera Utara (52 klaster), dan Sumbar (51 klaster).

Pakar Kesehatan dari Pusat Kajian Lingkungan Hidup (PKLH) UNP dr. Elsa Yuniarti M.Biomed, AIFO-K menjelaskan protokol kesehatan (prokes) di sekolah belum diterapkan menjadi budaya.

“Kuncinya prokes yang ketat. Saat ini banyak kita lihat pelajar saling berinteraksi tidak memakai masker. Parahnya, prokes yang tidak ketat juga dilakukan oleh para staf pengajar,” ucapnya, Sabtu (25/9).

Elsa Yuniarti meminta dinas kesehatan dan dinas pendidikan untuk mengevaluasi kesiapan sekolah dalam hal pertemuan tatap muka.

Baca Juga: Mirisnya Kondisi Atlet Peparnas Sumbar saat Latihan, Makan Sepiring Berdua, Ada yang Jual Mobil Pribadi

“Pemerintah harus melakukan sidak mendadak ke sekolah. Jika sekolah belum bisa menjalankan proses dengan ketat, sekolah tersebut sebaiknya belum bisa melakukan pertemuan tatap muka,” tegasnya.

Selain itu, Elsa Yuniarti menambahkan, capaian vaksinasi bagi anak usia 12-17 tahun masih rendah di Sumbar.

Pada dasarnya, penggunaan vaksin bisa mengurangi dampak buruk dari infeksi virus, karena sistem tubuh sudah mengenali virus terlebih dahulu.

“Ketika tubuh sudah mengenali virus maka tidak akan menyebabkan gejala yang berat dan mengurangi risiko kematian. Oleh karena itu, saat ini pemerintah gencar melakukan vaksinasi terhadap anak 12-17 tahun,” ucapnya.

Elsa Yuniarti menambahkan, sebagian besar remaja mengalami Covid-19 biasanya tanpa gejala. Sehingga menjadi sumber penularan. “Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya pasien Covid-19 klaster keluarga,” paparnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.