Gempa di Pessel Berkaitan dengan yang di Tuapejat

oleh -72 views
Kepala Center of Disaster Monitoring and Earth Observation, Universitas Negeri Padang (DMEO UNP) Pakhrur Razi Ph.D

PADANG, SR–Sudah dua hari Padang merasakan gempa. Sebelumnya, Selasa (17/11) pukul 08.44 WIB, terjadi gempa dengan magnitudo 6,0 terjadi di 109 Kilometer Barat Daya Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Berikutnya, gempa yang terjadi Rabu, (18/11) dengan kekuatan magnitudo 5,3 berpusat di laut Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) yang menimbulkan kepanikan warga Kota Padang.

Kepala Center of Disaster Monitoring and Earth Observation, Universitas Negeri Padang (DMEO UNP) Pakhrur Razi Ph.D menjelaskan, gempa yang berpusat di laut Pessel erat hubungannya dengan gempa dengan kekuatan magnitudo 6,0 terjadi di 109 Kilometer Barat Daya Tuapejat.

“Ada hubungan sesar atau patahan gempa yang berpusat di Mentawai kemarin dengan yang terjadi di Pessel hari ini. Kalau dilihat dari Indo Australia, ada garis lurus sejajar dan pusat energi yang sama dengan gempa kemarin. Jika dihubungkan dengan gempa yang terjadi pada hari ini,” ucapnya, Rabu (18/11).

Lebih lanjut, Pakhrur Razi menjelaskan juga yang ditakutkan itu peluang gempa dengan kekuatan magnitude 8 yang terjadi di sekitar Pulau Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai. “Pada saat ini belum ada gempa yang bersumber di sekitar Siberut. Akumulasi energi terbesar berpeluang terjadi di sana,” terangnya.

Baca Juga: Gempa Terjadi saat Berlansungnya Lomba MTQ ke-XXVIII Nasional, Begini Suasananya

Sebelumnya bagian utara dan selatan telah terjadi gempa yang telah terdistribusi melalui gempa susulan dengan kekuatan beragam. “Pagai Utara, Pagai Selatan, Sipora telah terjadi gempa dengan kekuatan beragam. Gempa di sekitar Siberut ini yang kita takutkan,” jelasnya.

Selanjutnya, Pakhrur Razi mengingatkan gempa dengan kekuatan M9,8 tersebut tinggal menunggu waktunya saja, karena sudah masuk kedalam siklus 200 tahun.

Dari catatan sejarah, gempa bumi terbesar dengan kekuatan magnetudo M 8.6-8.8 di Kepulauan Mentawai terjadi pada tahun 1797, sedangkan gempa dengan kekuatan M8.8-8.9 terjadi di tahun 1833. “Saat ini kita telah memasuki siklus 200 tahunnya. Ini yang harus di waspadai,” tutupnya.(ktk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *