Gempa Sering Terjadi di Mentawai, Sestama BNPB: Siaga dan Waspadai Tanda-tanda Alam

oleh -127 views
Pertemuan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dengan Sestama BNPB, Harmensyah bersama jajaran, Anggota DPR RI, Asli Chaidir, Rabu (21/10) di Gubernuran. Hadir mendampingi Irwan Prayitno, Kalaksa BPBD Provinsi Sumbar, Erman Rahman dan jajaran serta OPD di Lingkungan Pemprov Sumbar.

PADANG, SR–Sekretariat Utama (Sestama) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Harmensyah berangkat menuju Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kamis, (22/10).

Tujuan keberangkatannya ke kabupaten tersebut, ingin memastikan kesiapsiagaan masyarakat di daerah tersebut, dalam melakukan langkah-langkah mitigasi gempa dan tsunami. Hal ini seiring dengan seringnya terjadi gempa akhir-akhir ini di daerah tersebut.

Seperti diketahui, gempa bumi 5,6 M terjadi di Kabupaten Kepulaun Mentawai, Senin (19/10). Berdasarkan data dihimpun dari BMKG sejak 10 Oktober sampai 19 Oktober 2020 terjadi 10 kali gempa terjadi di area episentrum megathrust di Kepulauan Mentawai, dengan kekuatan di bawah 6,0 dan yang paling tinggi magnitudo 5,8.

“Kita akan cek ke lapangan terbang ke Mentawai besok pagi (Kamis, 22 Oktober 2020-red) karena gempa tiap sebentar terjadi. Bersama Bupati Kepulauan Mentawai, kita bangun kesiapsiagaan masyarakat,” ujar Harmensyah saat berkunjung ke Kota Padang, Rabu (21/10).

Baca Juga: Kata Gubernur Sumbar, Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 Meningkat 2 Minggu ke Depan, Ini Alasannya

Harmensyah mengatakan, dengan adanya gempa beberapa hari terakhir ini, ini menjadi peringatan dan tanda-tanda alam untuk masyarakat. “Kalau siap, saat terjadi gempa, masyarakat bisa selamatkan diri secara mandiri. Karena itu, ketahanan keluarga yang tangguh bencana itu sangat penting,” terangnya.

Tidak hanya masyarakat di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Harmensyah mengingatkan seluruh masyarakat pesisir di Provinsi Sumatera Barat, baik itu di Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, Padangpariaman dan lainnya, juga harus bisa membaca tanda-tanda alam ini.

“Daerah kita ini rawan gempa dan tsunami, harus banyak siapkan diri. Gempa kemarin masih di luar jalur Megatrusht yang masih memiliki potensi gempa cukup besar. Namun, kita harus tetap waspada,” terangnya. (imk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *