Gerbang Ekspor dan Impor, Gubernur Sumbar Minta Optimalisasi Pelabuhan Teluk Bayur

oleh -
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah saat Rapat Koordinasi Pemanfaatan Kawasan Teluk Bayur bersama PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Teluk Bayur, Kamis (3/6) di Istana Gubernuran.

PADANG, SR–Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mengoptimalisasi pemanfaatan Pelabuhan Teluk Bayur sebagai pintu gerbang perdagangan Indonesia di Wilayah Barat.

“Dengan optimalisasi yang dilakukan, diyakini ke depan pelabuhan ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap ekspor import nasional dan menggerakan ekonomi di Indonesia,” ungkap Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah saat Rapat Koordinasi Pemanfaatan Kawasan Teluk Bayur bersama PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Teluk Bayur, Kamis (3/6) di Istana Gubernuran.

Mahyeldi Ansharullah mengatakan, semua ini bisa diwujudkan dengan melakukan sinergi semua lembaga baik pemerintah. Baik BUMN dan BUMD bahkan pihak swasta.

“Tidak saja Pelabuhan Teluk Bayur dikembangkan. Namun infrastrukturnya juga harus dibangun untuk mewujudkan peningkatan pelayanan penyedia jasa dan jantungnya perekonomian yang menunjang kemampuan nasional,” ujarnya.

Terutama jalan menuju Pelabuhan Teluk Bayur. Menurut Mahyeldi, jalan yang ada sekarang masih belum dibedakan untuk khusus kendaraan angkutan barang yang muatan berat dengan kendaraan umum. “Sehingga mobilitas barang belum berjalan dengan baik,” sebut Mahyeldi Ansharullah.

Baca Juga: Lomba Pemuda Pelopor Tingkat Kota Padang Tahun 2021, Berikut Empat Nama Pemenang

Mahyeldi Ansharullah juga mengatakan, sejauh ini konektivitas jalan untuk akses Pelabuhan Teluk Bayur ke provinsi tetangga seperti Riau dan Jambi sudah memadai.

Menurutnya, posisi Pelabuhan Teluk Bayur yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia potensial dikembangkan untuk meningkatkan perdagangan Indonesia dengan negara-negara di India, Asia Selatan, Timur Tengah, Eropa dan Afrika.

Pelabuhan Teluk Bayur merupakan ujung tombak dalam menentukan kesuskesan pengiriman barang dari daerah sekitar Sumbar ke nusantara dan mancanegara. Apalagi program ini sejalan dengan pemerintah pusat untuk pengembangan sektor pelabuhan (tol Laut), termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). “Teluk Bayur gerbang perekonomian Indonesia wilayah Barat untuk tujuan ekspor ke India, Asia Selatan, Timur Tengah, Eropa dan Afrika,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.