Gubernur Mahyeldi Dukung Penerapan Sistem Merit, Seleksi Jabatan Rawan Pelanggaran Integritas

oleh -
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah saat memberikan pemaparan dalam Rakor Bupati dan Walikota, Kamis (10/6). BIRO ADPIM SUMBAR

PADANG, SR – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mengatakan perlunya seleksi terbuka dalam pemilihan pejabat dengan lebih objektif sehingga dapat mengurangi pratek pengangkatan berdasarkan koneksi politik.

“Karena rawannya seleksi pemilihan pejabat dalam suatu instansi pemerintah. Maka berdasarkan Undang-undang No 5 tahun 2014 tentang Apaaratur Sipil Negara (ASN) yang mengamanatkan pengisian jabatan pimpinan tinggi baik ditingkat pusat maupun daerah dilakukan secara terbuka dan kompetitif dikalangan ASN dengan memperhatikan kualifikasi (syarat administrasi) dan kompetensi serta kinerja,” ujar Mahyeldi saat rapat koordinasi (rakor) Pemerintah Provinsi dengan Kabupaten dan Kota Tahun 2021 yang mengangkat tema “Good and Clean Governance melalui pengisian jabatan Berdasarkan sistem merit” bertempat di Hotel Pangeran Beach Padang, Kamis (10/6).

Ditambahkannya, dengan adanya sistem merit yang bertujuan untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) diharapkan dapat memastikan pegawai yang mengisi suatu jabatan memang benar memenuhi kualifikasi dan kompetensi.

“Jadi adanya sistem merit ini akan menjadikan pejabat yang mengisi suatu jabatan memang profesional dan sesuai kualifikasi yang diinginkan sehingga akan berdampak kepada pelayanannya ke masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Prof. Dr. Agus Pramusinto menyampaikan, ada 719 lembaga instansi pemerintahan mulai dari pusat sampai kedaerah dengan 41 juta jumlah ASN se Indonesia yang diawasi oleh KASN.

“Pasca pilkada serentak tahun 2020 yang lalu terdapat 2100 pengaduan yang masuk terkait dengan Netralitas ASN. Dari pengaduan yang masuk tersebut sudah 75 persen dapat kami tuntaskan, masih ada 25 persen lagi yang sedang dalam proses,” tuturnya.

Oleh kaena itu, adanya sistem merit ini nantinya diharapkan dapat mengetahui ASN mana yang siap menduduki suatu jabatan berdasarkan kualifikasi dan kompetensinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.