Gubernur Mahyeldi Minta PKK Mendata Orang Kaya di Nagari, Ini Alasannya

oleh -
Gubernur Sumbar Mahyeldi membuka rakor tim penggerak PKK Provinsi dengan OPD, instansi, Perguruan Tinggi serta lembaga terkait di Auditorium Gubernuran, Selasa (28/9).

PADANG, SR – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah meminta kader PKK mendata orang kaya yang ada di nagari sehingga diharapkan dapat membantu pelaksanaan 10 program pokok PKK.

“Jadi tak hanya mendata mereka yang kurang mampu saja. Tetapi mereka yang berkecukupan ikut didata sehingga dapat membantu pelaksanaan program PKK,” ujarnya membuka rakor tim penggerak PKK Provinsi dengan OPD, instansi, Perguruan Tinggi serta lembaga terkait di Auditorium Gubernuran, Selasa (28/9).

Lebih lanjut katanya, tidak hanya mereka yang ada di kampung halaman saja untuk didata, tetapi juga yang ada di rantau.

Baca Juga: Mirisnya Kondisi Atlet Peparnas Sumbar saat Latihan, Makan Sepiring Berdua, Ada yang Jual Mobil Pribadi

“Mari kita bersama-sama membangun kampung halaman,” katanya.

Selain itu perguruan tinggi dan BUMN juga memiliki potensi besar dalam upaya membangun daerah dari Nagari.

“Perguruan tinggi memiliki pakar yang memiliki latar belakang keilmuan yang bisa diterapkan. Juga memiliki mahasiswa yang dapat diturunkan ke masyarakat. Sedangkan, BUMN punya anggaran dan program membangun nagari yang dapat disinergikan dengan potensi di nagari,” jelasnya.

Karena itu MoU yang dibangun TP PKK dengan Perguruan Tinggi adalah langkah positif dan patut didukung secara maksimal.

“OPD terkait harus bisa membangun sinergi dengan gerakan yang telah dimulai oleh TP PKK Sumbar sehingga upaya yang dilakukan akan semakin maksimal,” katanya.

Output dari gerakan itu diharapkan adalah data valid dimulai dari keluarga di Nagari. Data itu bisa dievaluasi untuk mengetahui kondisi ril masyarakat untuk dijadikan dasar dalam membuat program sebagai solusi.

“PKK punya dasawisma yang jumlahnya puluhan ribu di Sumbar. Dasawisma berakar di tingkat keluarga di nagari, desa dan kelurahan sehingga validitas data bisa dipertanggungjawabkan,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.