Gubernur Sampaikan Belasungkawa, Inilah 5 Orang Asal Sumbar Korban Sriwijaya SJ182

oleh -153 views
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno

PADANG, SR–Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Irwan Prayitno menyampaikan ucapan bela sungkawa atas tragedi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182, di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1).

“Laporan yang kita terima dari Kepala Biro Pembangunan, Kerjasama dan Rantau Setda Provinsi Sumbar, Luhur Budianda, terdapat lima orang warga kita dari Sumatera Barat di atas pesawat tersebut. Atas nama pribadi, keluarga dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, saya ucapkan turut berduka cita, prihatin atas kejadian jatuhnya pesawat Sriwijaya Air,” kata pria yang akrab disapa IP, di Kediamannya di Padang, Minggu (10/1).

Lima korban yang berasal dari Sumbar tersebut, Capt. Afwan (Pilot) dari Kabupten Tanah Datar, Fadly Satrianto (Co Pilot) dari Kabupaten Pesisir Selatan, Asy Habul Yamin (Manifes 40) dari Tanah Datar, Faisal Rahman (Manifes 41) dari Tanah Datar dan 5. Angga Fernanda Afriyon (Manifes 3) dari Kota Padang.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Sumatera Barat menundukkan kepala, mendoakan yang terbaik untuk semua korban dan semoga ada keajaiban dari Allah SWT kepada mereka. Duka keluarga korban, adalah duka kita semua, kepada keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan dan kekuatan atas musibah ini,” ucapnya.

Baca Juga: Sampaikan Dukacita, Ini Instruksi Jokowi Sikapi Musibah Sriwijaya SJ182

Irwan Prayitno mengungkapkan, akan berupaya membantu proses evakuasi atau lainnya sesuai dengan kewenangan yang dimilikinya. Dia berharap proses evakuasi dan penyelamatan yang sedang berlangsung bisa berjalan cepat dan lancar.

“Kita selalu memantau semua perkembangannya dan hari ini tim SAR gabungan masih berjibaku melaksanakan proses pencarian dan evakuasi, InsyaAllah warga Sumbar kita fasilitasi,” ungkapnya.
Sebagai informasi, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *