Hadapi Dunia Kerja di masa Covid-19, Ini Pesan Irwan Prayitno kepada Tamatan STKIP Adzkia

oleh -43 views
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, menghadiri Wisuda Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Adzkia Wisuda Angkatan XII secara virtual melalui aplikasi zoom, Jumat (4/9).

PADANG, SR–Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, menghadiri Wisuda Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Adzkia Wisuda Angkatan XII secara virtual melalui aplikasi zoom, Jumat (4/9).

Sebanyak 123 wisudawan/ti hari itu, terdiri dari, 118 wisudawan/ti program studi pendidikan guru sekolah dasar dan lima wisudawan/ti program studi pendidikan guru anak usia dini. Wisuda dilaksanakan karena telah menyelesaikan pendidikan program sarjana, di perguruan tinggi yang terkenal berkarakter, cerdas dan Islami.

Wisuda daring ini dilaksanakan selama dua hari, tanggal 4-5 September 2020, mengingat pandemi Covid-19 yang melanda saat ini.  Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Lembaga Dikti Wilayah X, Pembina Yayasan STKIP Adzkia, Ketua Yayasan STKIP Adzkia, Ketua Senat, Ketua Prodi, Dosen dan Wisudawan/i serta Orangtua Wisudawan/i STKIP Adzkia Sumbar.

Irwan Prayitno yang juga pendiri Yayasan Adzkia Sumbar menyebutkan, lulusan STKIP Adzkia berbeda dengan lulusan lain. Karena setiap yang diwisuda wajib hafal Al-Quran minimal satu juz, untuk membentuk mahasiswa yang berwawasan dan berkarakter Islami.

Baca Juga: Lantik 4 Pejabat Eselon II, Gubernur Sumbar Ingatkan Tanggungjawab Kerja Atasi Covid-19

“Para wisuda tidak hanya memiliki kemampuan akademik saja. Namun juga mampu mengintegrasikan Al-Quran dalam setiap materi yang diberikan. Ini yang membedakan dengan perguruan tinggi lain,” ucap Irwan Prayitno.

Wisudawan/ti Adzkia memiliki plus, apabila kuliah di Adzkia, setiap mahasiswa dibekali hafalan juz 30/ juz amma, selama kuliah. “Ini modal dalam meningkatkan kecerdasan dan kepintaran dalam mendalami berbagai ilmu pengetahuan dan pendidikan karakter, untuk menjadi orang-orang yang bermutu dan berkualitas tinggi,” kata Irwan Prayitno.

“Apalagi di tengah pandemi Covid-19, persaingan semakin ketat, pengangguran semakin banyak, peluang kerja semakin sedikit. Untuk itu harus terus mampu meningkatkan kualitas dan kapasitas dari modal ilmu yang diperoleh dari STKIP Adzkia,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *