Harga Gambir Rendah, Petani Merugi, Gubernur Sumbar Ungkap Hal Ini Penyebabnya

oleh -
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, meninjau gudang gambir Koperasi Syariah, Gambir Anam Koto Mandiri (Gakom) Jorong Sopang Nagari Pangkalan Kecamatan Pangkalan Koto Baru Kabupaten Limapuluh Kota, Minggu(10/10).

LIMAPULUH KOTA, SR–Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah menilai upaya peningkatan sumber daya manusia (SDM) petani gambir perlu dilakukan agar bisa memanfaatkan teknologi untuk pengelolaan produk untuk peningkatan kualitas.

“Salah satu upaya agar harga gambir bisa menguntungkan petani adalah dengan menjaga standar kualitas produk. Karena itu perlu ada upaya untuk meningkatkan SDM petani,” kata Mahyeldi Ansharullah, saat meninjau gudang gambir Koperasi Syariah, Gambir Anam Koto Mandiri (Gakom) Jorong Sopang Nagari Pangkalan Kecamatan Pangkalan Koto Baru Kabupaten Limapuluh Kota, Minggu(10/10).

Informasi yang diterimanya saat ini masih banyak petani gambir yang menjual produk tanpa mengindahkan kualitas. Bahkan ada produk yang dicampur, namun tetap ada pembeli.

Baca Juga: Anggota DPRD Padang Ini Dukung RPH Lubuk Buaya untuk Pemotongan Babi, Ini Alasannya

Persoalannya, gambir dengan kualitas tidak terjaga itu harganya amat rendah, sehingga petani sesungguhnya dirugikan. Lebih parahnya, gambir yang dicampur itu ikut mempengaruhi harga gambir yang telah menjaga kualitas. “Kalau kondisi ini dibiarkan terus, maka petani gambir tidak akan pernah sejahtera,” ujar Mahyeldi Ansharullah.

Pemerintah perlu melakukan intervensi dengan langkah-langkah yang sesuai aturan untuk memberikan pemahaman pada petani agar mau menjaga kualitas. “Petani juga harus kompak. Jangan mau diiming-imingi bahwa gambir bercampur akan tetap ada pembeli,” katanya.

Mahyeldi Ansharullah mengatakan Pemprov Sumbar tengah mengkaji kemungkinan untuk mencarikan solusi agar harga gambir bisa menguntungkan petani.

“Produksi gambir dunia itu 80 persen dari Indonesia dan daerah yang paling banyak menghasilkan gambir di Indonesia itu adalah Sumbar. Ironis jika petani gambir Sumbar tetap berada pada garis kemiskinan,” ujarnya.

Ketua Koperasi Sumbar Madani, Jamalus mengatakan, pihaknya sudah menetapkan standar kualitas dalam mengambil gambir dari anggota. Namun memang masih banyak petani yang berprinsip asal ada pembeli, tidak perlu memperhitungkan soal kualitas gambir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.