Ini Kata Sosiolog Terkait Dugaan Cabul Oknum Guru SMP di Padangpanjang Terhadap Siswa Laki-laki

oleh -
Sosiolog dari Universitas Negeri Padang (UNP), Erianjoni

PADANG, SR –Sosiolog dari Universitas Negeri Padang (UNP), Erianjoni menyesalkan perilaku seks menyimpang kembali terjadi kepada peserta didik di sekolah. Menurutnya, kekerasan seks terhadap siswa berpeluang besar terjadi di sekolah berasrama.

“Sekolah berasrama lebih rentan terjadi kekerasan. Minimnya pengawasan menyebabkan kekerasan bersumber dari teman sebaya, atau pihak pengajar termasuk tindakan penyimpangan seksual,” ucapnya. Selasa, (15/6).

Apa yang diungkapkan Erianjoni ini menyikapi terjadinya kasus pelecehan seksual kepada anak di bawah umur di SMP swasta yang memiliki asrama di Kota Padangpanjang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Di mana, seorang oknum guru di SMP swasta tersebut menjadikan siswa laki-laki yang berusia 14 tahun sebagai “anak jawi” dalam pemenuhan kebutuhan seks menyimpangnya.

Baca Juga: Aksi Dugaan Cabul Oknum Guru SMP di Padangpanjang, Diawali Ajakan Video Syur hingga Masturbasi

Pencabulan yang dilakukan oleh oknum guru (33) terhadap seorang siswanya berlangsung tiga kali selama Desember 2020 hingga Januari 2021. Pelaku telah diamankan Polres Padangpanjang sejak Kamis (10/6) lalu. Tersangka dijerat dengan Pasal 82 Ayat (1), Ayat (2) Jo Pasal 76 E UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan PERPU Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.

Lebih lanjut, Erianjoni menjelaskan, ketertarikan individu terhadap sesama jenis selain faktor genetiknya, kontruksi sosial, keluarga inti yang tidak harmonis, serta trauma masa lalu. Kondisi ini menyebabkan seseorang tertarik melakukan seks kepada sesama jenis, termasuk kepada anak.

“Saya melihat, pelaku melakukan perilaku seks menyimpang kepada anak di bawah umur disebabkan oleh mudahnya pelaku yang juga seorang guru mengintimidasi korban. Sehingga korban tunduk dan menuruti kemauan pelaku,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.