Inilah Upaya Gubernur Sumbar Agar Lulusan Pesantren Bisa Kuliah ke Timur Tengah

oleh -
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menghadiri prosesi Batagak Kudo-kudo Masjid Al-Humaidi Pondok Pesantren Darul Hadits Pasaman Barat, Kamis (15/7).

Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) Muhammad Nur mengatakan lulusan pesantren harus memiliki keunggulan tertentu dibandingkan lulusan sekolah lain. Keunggulan itu bisa dalam hal Tahfidz Quran maupun penghafal hadist atau ahli dalam kitab-kitab lain.

Namun tidak boleh pula mendikotomi ilmu. Hanya menitikberatkan pada ilmu agama. Tetapi meninggalkan ilmu pendukung lain seperti teknologi, pertanian atau peternakan. “Tidak semua lulusan pesantren akan menjadi ulama karena itu perlu pula “live skill”, ilmu terapan yang bisa menjadi pendukung untuk mendapatkan pekerjaan di bidang lain,” ujarnya.

Ia memuji pengelola Pesantren Yayasan Darul Hadits yang mau mengembangkan berbagai usaha di lingkungan sendiri seperti usaha perikanan dan peternakan. Usaha itu juga bisa menjadi lahan ilmu bagi siswa pesantren.

Pimpinan Yayasan Darul Hadits, Khairul Nasri, Lc mengatakan, pondok pesantren itu bisa berdiri, karena banyak bantuan dari donatur yang sebagian besar dikenalnya saat menjalani pendidikan di Timur Tengah. “Mudah-mudahan nanti selain donatur, Pemprov Sumbar juga bisa membantu pengembangan pesantren,” katanya.

Ikut hadir dalam acara tersebut Anggota DPRD Sumbar, Donizar, tokoh agama dan adat Kinali.(imk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.