Kata Gubernur Sumbar, Kesembuhan Pasien Covid-19 Meningkat 2 Minggu ke Depan, Ini Alasannya

oleh -79 views
Pertemuan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dengan Sestama BNPB, Harmensyah bersama jajaran, Anggota DPR RI, Asli Chaidir, Rabu (21/10) di Gubernuran. Hadir mendampingi Irwan Prayitno, Kalaksa BPBD Provinsi Sumbar, Erman Rahman dan jajaran serta OPD di Lingkungan Pemprov Sumbar.

PADANG, SR–Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno menegaskan, meski angka positif Covid-19 di Provinsi Sumbar naik akhir-akhirnya. Namun, semua proses penanganan dan pengendalian Covid-19 di Sumbar sudah melalui jalan yang benar.

Menurutnya, tingginya angka posityif Covid-19 saat ini, karena banyak orang yang bebas keluar rumah tidak memakai masker dan tidak terapkan protokol kesehatan. Sehingga banyak terpapar. “Boleh keluar tapi pakai masker,” tegasnya.

Nah, untuk membuat masyarakat disiplin menerapkan protocol kesehatan di luar rumah, Pemprov Sumbar mengeluarkan Perda No 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi kebiasaan baru (AKB) dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Sumbar.

Baca Juga: Atasi Abrasi Pantai di Padang, BNPB Serahkan DSP Rp19 Miliar kepada Gubernur Sumbar

Melalui perda ini, bagi yang melanggar protokol kesehatan diberikan sanksi administrasi, denda dan penjara. Tidak hanya melahirkan perda, Irwan Prayitno juga menginstruksikan seluruh rumah makan, restoran dan kafe di Kota Padang, wajib mengikuti test swab. Waktunya diberikan selama dua minggu ini.

“Dengan langkah-langkah melakukan test swab secara aktif dan massif ini tentu jadi nambah yang positif Covid-19-nya. Kita mencari yang positif agar terisolir, sehingga tidak berkeliaran menyebarkan virus ini,” ungkap Irwan Prayitno.

Irwan Prayitno menilai, semua testing, tracing dan isolasi serta perawatan masih berjalan dengan baik. “Dengan jalan ini , maka Covid-19 bisa dikendalikan. Hal ini dibuktikan dengan jumlah pasien Covid-19 yang meninggal hanya 1,98 persen. Mudah-mudahan tidak ada menambah yang meninggal lagi,” harap Irwan Prayitno, Rabu (21/10).

Termasuk juga tenaga kesehatan. Hingga saat ini, ungkap Irwan Prayitno, belum ada tenaga kesehatan, baik itu perawat maupun tenaga medis yang meninggal karena Covid-19.

“Berarti ini bagus, kita bisa mengurangi kematian. Kesembuhan baru 5,8 persen. Namun, minggu depan atau dua minggu lagi, pasti kesembuhan akan naik. Karena yang sakit sekarang ini, jika tidak ada penyakit bawaan, juga akan sembuh juga. Yang repot itu banyak kematian, berarti jadi korban. Kalau sakit dan kemduian sembuh, Alhamdulillah,” ungkap Irwan Prayitno.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *