Jadi Orang Pertama Divaksin Covid-19 di Indonesia, Jokowi: “Tidak Terasa Sama Sekali”

oleh -47 views
Presiden Joko Widodo (Jokowi), Rabu, (13/1) di Istana Merdeka, Jakarta, menjadi orang pertama yang menerima vaksin, dalam program vaksinasi massal secara gratis di Indonesia. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

JAKARTA, SR–Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi orang pertama yang menerima vaksin, Rabu, (13/1) di Istana Merdeka, Jakarta. Vaksin yang diberikan kepada Jokowi ini merupakan program vaksinasi massal secara gratis di Indonesia. Vaksinasi tersebut menjadi titik awal pelaksanaan vaksinasi nasional di Indonesia, sebagai salah satu upaya penanganan pandemi Covid-19.

Sekitar pukul 9.36 WIB, Presiden Jokowi tampak berjalan menuju teras Istana Merdeka yang telah ditata seperti tempat simulasi vaksinasi di puskesmas beberapa waktu lalu.

Sebelum disuntik vaksin, Jokowi terlebih dahulu melakukan pendaftaran dan verifikasi data, serta penapisan kesehatan, antara lain pengukuran suhu tubuh dan tekanan darah.

Hasil penapisan kesehatan oleh petugas menunjukkan suhu tubuh Jokowi saat diperiksa adalah 36,3 derajat celcius dan tekanan darah 130/67 mmHg. Presiden juga menjawab sejumlah pertanyaan seputar riwayat kesehatan, hingga dinyatakan sehat dan layak mengikuti vaksinasi.

Jokowi kemudian menuju meja berikutnya di mana proses penyuntikan dilakukan. Yang bertindak selaku vaksinator presiden adalah Wakil Ketua Dokter Kepresidenan, Prof. dr. Abdul Muthalib, Sp.PD-KHOM dengan dibantu seorang asisten yang mempersiapkan peralatan.

Baca Juga: Inilah BBM Paling Banyak Digunakan Masyarakat Sumbagut saat Nataru 2020-2021

Vaksinator tampak menyuntikkan vaksin di lengan kiri Presiden Jokowi, sekitar pukul 9.42 WIB. Proses penyuntikan pun berjalan dengan aman dan lancar. “Bagaimana, Pak?” tanya vaksinator.

“Tidak terasa sama sekali,” jawab Presiden Jokowi.

Untuk diketahui, vaksin yang disuntikkan kepada Jokowi adalah vaksin CoronaVac buatan Sinovac Life Science Co.Ltd. yang bekerja sama dengan PT. Bio Farma (Persero). Vaksin tersebut telah melalui sejumlah uji klinis yang melibatkan 1.620 relawan di Bandung.

Vaksin tersebut juga telah mengantongi izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan telah dinyatakan suci dan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) sehingga dapat digunakan untuk program vaksinasi di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *