Januari 2021, Sekolah Bakal Dibuka Lagi, Begini Respon DPRD Padang dan Pengamat

oleh -203 views
Pengamat Pendidikan dari Universitas Negeri Padang (UNP) Dr. Fitri Arsih

PADANG, SR–Rencana pemerintah membuka sekolah, untuk pembelajaran tatap muka di bulan Januari tahun 2021 mendapatkan dukungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang.
Kendati demikian, pembukaan sekolah itu harus disertai penerapan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

“Harus dilakukan dengan protokol kesehatan ketat. Karena saat ini penularan wabah Covid-19 masih terus berlangsung. Bahkan menunjukkan tren peningkatan dalam minggu terakhir ini,” ujar Anggota DPRD Kota Padang, Helmi Moesim, Minggu (22/11).

Ia menegaskan, pemerintah memastikan syarat-syarat pembukaan sekolah dengan proses belajar tatap muka harus terpenuhi terlebih dahulu.

Di antaranya, ketersediaan bilik disinfektan, sabun dan wastafel untuk cuci tangan, hingga pola pembelajaran yang fleksibel. Selain itu, pihak penyelenggara sekolah juga harus memastikan, jika physical distancing atau jaga jarak aman benar-benar diterapkan, dengan mengatur letak duduk siswa dalam kelas.

Anggota DPRD Kota Padang lainnya, Nila Kartika menyambut baik, rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, untuk pembukaan sekolah pada Januari 2021 mendatang.

Hanya saja, kata dia, ketika sekolah kembali dibuka, harus dilakukan dengan protokol kesehatan ketat. Menurutnya, pembukaan sekolah untuk pembelajaran tatap muka menjadi kebutuhan, khususnya di Kota Padang.

Baca Juga: “Jalan Kemenangan” Meriahkan Penutupan MTQ ke-XXVIII Nasional Tahun 2020

Sebab, pembelajaran jarak jauh atau daring tidak bisa berjalan efektif, karena minimnya sarana-prasarana pendukung dan akses internet yang tidak merata. Apalagi, tambah dia, di beberapa kecamatan selama pandemi Covid-19 siswa benar-benar tidak bisa belajar karena sekolah ditutup.

“Kondisi ini sesuai dengan laporan terbaru World Bank (WB) terkait dunia pendidikan Indonesia, akan memunculkan ancaman loss learning, atau kehilangan masa pembelajaran, bagi sebagian besar peserta didik di Indonesia,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *