Jelang Berakhir Masa Jabatan, Gubernur Sumbar bersama Wagub Pamit Kepada OPD

oleh -
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Wagub, Nasrul Abit bersama Sekdaprov Sumbar, Alwis pada kegiatan perpisahannya dengan seluruh OPD di lingkungan Pemprov Sumbar, Jumat (5/2)

Berkat kerja keras seluruh SKPD bersama Wagub Sumbar, menurut Irwan Prayitno, Pemerintah Provinsi Sumbar berhasil mengumpulkan lebih dari 400 penghargaan, baik tingkat nasional maupun internasional.

Baca Juga: Angka Positif Covid-19 Masih Tinggi di Sumbar, 5.000 Masker Disebar di Pasar Raya Padang

“Bahkan yang paling membanggakan adalah prestasi yang berhasil diraih Pemprov Sumbar yaitu, Opini WTP delapan kali secara berturut-turut dari BPK RI terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD),” ujarnya.

Percepatan dalam pelayanan juga dinilainya memberikan dampak yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, peradaban dan lainnya. “Sehingga jika kita diberikan penghargaan tentu ini menjadi bukti bahwa yang telah dilakukan itu sesuai dengan koridornya,” imbuh Irwan Prayitno

Sementara itu, Wagub Sumbar, Nasrul Abit yang juga didampingi Istri, Wartawati mengatakan, sudah lima tahun menjabat sebagai Wakil Gubernur mendampingi Gubernur Irwan Prayitno merupakan suatu kehormatan baginya. “Kami bekerja tidak pernah ada keluhan dan ketidakcocokan. Kami saling koordinasi, saling menempatkan posisi masing-masing dalam bertugas,” tukas Nasrul Abit.

Karena tidak lama lagi, hanya tinggal tujuh hari lagi, yaitu tanggal 12 Februari ini, Nasrul Abit akan habis masa jabatannya. “Hanya tujuh hari lagi, kami lagi tidak menjabat sebagai Wagub Sumbar lagi. Untuk itu kami akan titipkan kepada OPD, agar melanjutkan program yang telah kita buat,” harapnya.

Kalau ada peluang bagi tenaga honorer untuk diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) segera diselesaikan. Selain itu ia juga berpesan, agar tetap memperhatikan pembangunan di daerah yang membutuhkan. Terutama di daerah tertinggal.

“Kami sudah mengunjungi beberapa nagari yang belum sempat dibenahi. Tentu perlu kami titipkan kepada saudara-saudara sekalian. Juga desa terpencil yang tidak ada insfratruktur. Kami berharap agar melakukan evaluasi kembali terhadap Indeks Desa Membangun (IDM),” harap Nasruk Abit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.