Jelang Idul Fitri 1441 H, PPMI Himbau Perantau jangan Mudik

oleh -167 views
Ketua Persatuan Perantau Minang Indonesia (PPMI), Harmen Piliang bersama jajaran pengurus. Foto: IST

PADANG, SR–Wabah virus corona (Covid-19) masih merajalela di Indonesia termasuk di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Imbauan kepada masyarakat untuk tidak mudik pun semakin santer dari pemerintah pusat, daerah bahkan kalangan organisasi masyarakat.

Masih tingginya pergerakan angka yang terjangkit virus corona tergambar dari data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar. Di mana angka hari Kamis (14/05) kasus positif corona di Sumbar tercatat ada 371 orang, meninggal 21 orang, dan yang sembuh 86 pasien.

Fakta kasus corona di Provinsi Sumbar membuat pemerintah dan aparatur daerah terkait dan berbagai elemen masyarakat, terus menyerukan tegas agar warga melakukan social distancing atau jaga jarak sosial dan mematuhi pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Salah satunya menunda mudik.

Ketua Persatuan Perantau Minang Indonesia (PPMI), Harmen Piliang, menganjurkan komunitas yang diketuainya agar tidak melakukan mudik untuk saat ini. Termasuk pulang kampung. Himbauan tersebut bertujuan untuk mencegah Covid-19 menyebar ke Sumbar.

Baca Juga: Warga Berkerumun di Kantor Pos, Pemberian Bansos Abaikan PSBB

“Kami justru menganjurkan para perantau yang tergabung dalam PPMI tidak bepergian keluar Jakarta. Termasuk pergi pulang kampung ke Sumatera Barat. Ini adalah wujut kepedulian kita dalam menekat penyebaran corona ke kampung halaman kita,” kata Armen Piliang baru-baru ini.

Lebih jauh perantau asal Nagari Tandikek, Kabupaten Padang Pariaman ini memaparkan, sudah mengimbau masyarakat perantau baik melaui komunikasi secara langsung dan sejumlah grup whatsapp agar tidak melakukan mudik pada lebaran tahun ini. Meski ini adalah tradisi masyarakat Minang yang ruting dilakukan setiap tahunnya,

“Kita semua mersakan kondisi wabah corona ini berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat perantau di Jakarta dan daerah lainnya di Indonesia. Akan tetapi, saat ini kita harus berusaha untuk menjaga kesehatan dulu. Karena perjalanan melalui moda transportasi apa saja akan berdampak riskan dalam penularan virus corona,” jelas Armen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *