Jelang Pilkada, Masih Banyak e-KTP Warga Bertumpuk di Kelurahan

oleh -
DPRD Kota Padang melakukan kunjungan lapangan ke Kantor Kecamatan Koto Tangah, Kamis (3/12). Kedatangan wakil rakyat ini untuk mengetahui data pemilih dalam persiapan Pilgub Sumbar tahun 2020.

PADANG, SR–Jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Provinsi Sumbar 9 Desember 2020, masih menyisakan sejumlah permasalahan. Salah satunya terkait kartu e-KTP sebagai syarat wajib sebagai daftar pemilih tetap (DPT), atau daftar pemilih tambahan (DPTb).

Oper-oper bola dan cuci tangan atas siapa yang bertanggung jawab dalam menyelesaikan lambatnya pendistribusian e-KTP pun terjadi. Hal ini terlihat ketika DPRD Kota Padang melakukan kunjungan lapangan ke Kantor Kecamatan Koto Tangah, Kamis (3/12). Kedatangan wakil rakyat ini untuk mengetahui data pemilih dalam persiapan Pilgub Sumbar tahun 2020.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Padang, Murikhwan dalam kesempatan tersebut mempertanyakan bagaimana pendataan terhadap DPT yang ada di Kecamatan Koto Tangah, agar Pilgub 2020 bisa berjalan dengan sukses.

“Kunjungan kami ke Kantor Kecamatan Koto Tangah untuk mengetahui sejauh mana persiapan Kecamatan Koto Tangah dalam pendataan terhadap DPT di Koto Tangah. Apalagi pada saat ini masih banyak warga belum memiliki e-KTP,” ucapnya.

Anggota Komisi I DPRD Kota Padang Rustam Effendi juga mempertanyakan proses pembuatan e-KTP yang berbelit-belit. Sehingga banyak masyarakat hingga saat ini tidak memiliki e-KTP. “Sangat berbelit-belit proses pembuatan e-KTP. Jelang Pilgub Sumbar 2020, masih banyak warga yang tidak memiliki e-KTP. Ini sangat disayangkan. KTP yang sudah dicetak tahun 2019 yang lalu, hingga kini belum didistribusikan. Ada apa ini,” ucapnya.

Baca Juga: Pemprov Sumbar Matangkan Persiapan TdS Tahun 2021

Lebih lanjut, Rustam Effendi menyesalkan petugas yang saling lempar bola ketika masyarakat mempertanyakan e-KTP-nya.Dari kelurahan, masyarakat di suruh ke kecamatan. Dari kecamatan, masyarakat disuruh menanyakan ke Disdukcapil Kota Padang.

“Sampai di sana, masyarakat disuruh menanyakan ke kecamatan atau kelurahan. Ada apa ini. Seharusnya, kelurahan atau kecamatan mempunyai surat tanda terima penyerahan e-KTP hingga warga mengetahui berapa lama e-KTP nya siap,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.