Kajari Padang Pantau Penggunaan Dana APBD dan APBN Koperasi di Padang, Dua Koperasi Sudah Diperkara

oleh -
Kasi Pidsus Therry Gutama. [ist]

PADANG, SuaraRantau.com-
Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang tengah memantau penggunaan dana bergulir koperasi di Kota Padang. Sumber dana bergulir tersebut berasal dari APBD Kota Padang, APBD Sumbar dan APBN Kementerian terkait.

Alhasil, ada dua koperasi yang saat ini sudah berperkara oleh penegak hukum yang berada di Jalan Gajah Mada Gunung Pangilun tersebut.

Baca Juga: INI Sumbar kembali Gandeng FHUA Gelar Magang Bersama Calon Notaris

Kasi Pidsus Therry Gutama menjelaskan, kasus pertama adalah KJKS Ampalu Nan XX yang saat ini sedang dalam tahap kasasi. Selain itu, kasus kedua menimpa KJKS Koto Lua Kecamatan Pauh yang saat ini sedang dalam tahap penyidikan.

“Modus pada kasus KJKS ini adalah dengan melakukan penyelewengan pinjaman fiktif,” ucapnya.

Baca Juga: Peringati Hari Menanam Pohon, PLN Sumbar Tanam 2000 Bibit Pohon

Untuk kasus kedua sebut Therry, kasusnya sedang diproses sejak adanya laporan auditor independen pada 16 November 2020, kemudian dilakukan penyelidikan 18 Januari 2021, lalu masuk ke tahap penyidikan pada 2 Maret 2021 dan laporan Auditor Tim Kejati Sumbar pada 10 Agustus 2021.

“Dari auditor independen dan auditor Tim Internal Kejati Sumbar, kerugian negara yang ditimbulkan dari kasus kedua ini sebesar Rp 267 juta. Saksi yang sudah kita periksa sebanyak Rp 20 orang, termasuk manajer koperasi,” ungkap Therry.

Therry Gutama berjanji akan terus melakukan pemantauan terhadap koperasi bermasalah di Kota Padang yang menyebabkan timbulnya kerugian keuangan negara.

“Dalam kasus ini kami telah memeriksa saksi sebanyak 20 orang, dan saksi ahli 1 orang. Doa kan kita bisa menuntaskan kasus ini,” pungkasnya. [ktk]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.