Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Padang Terus Bergulir, Kejari Bakal Periksa Pihak Sponsor

oleh -
Papan karangan bunga berisi pesan dukungan mengusut tuntas kasus dugaan korupsi Dana Hibah KONI Padang di Kantor Kejari Padang beberapa waktu lalu

PADANG, SuaraRantau.Com — Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang bakal memeriksa pihak sponsor terkait dugaan korupsi dana hibah Komita Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Padang tahun anggaran 2018-2020.

Pemeriksaan pihak sponsor dilakukan, setelah jaksa memeriksa Mantan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Padang berinisial AS.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Padang Therry Gutama mengatakan, pemeriksaan pertama pihak sponsor dijadwalkan Kamis, (25/11). “Kita sudah kirim surat panggilan ke mereka,” ujar Therry, Rabu (24/11).

Baca Juga: Proses Hukum Dugaan Korupsi Anggaran KONI Padang Berlanjut, Pemberi Dana Hibah Bakal Diperiksa

Dia menambahkan, pemeriksaan dilakukan terkait pemberian dana dari pihak sponsor tersebut kepada cabang olahraga (cabor). “Ini yang ingin kita dalami,” ungkap Therry.

Therry melanjutkan, sejauh ini lebih dari 60 orang saksi termasuk pengurus cabor telah diperiksa dalam penyidikan kasus dugaan korupsi ini.

“Ada sejumlah saksi yang kita periksa secara berulang untuk melakukan pendalaman,” sebut Eks Kasi Intel Kejari Dharmasraya ini.

Lebih lanjut Therry mengungkap, proses penyidikan masih terus berjalan. Diakui, pihaknya sangat berhati-hati dalam mengusut dugaan korupsi ini. “Jika sudah cukup alat bukti, segera akan kita tetapkan tersangkanya,” ujar Therry.

Sebelumnya diberitakan, Kejari Padang memeriksa Mantan Ketua KONI Padang berinisial AS untuk meminta keterangan terkait penggunaan dana hibah dari Pemko Padang kepada KONI Padang tahun anggaran 2018, 2019, dan 2020.

Pada tahun 2018 dana hibah yang diterima KONI Padang dari Pemko Padang sebesar Rp6,7 miliar, tahun 2019 Rp7,4 miliar dan Rp2,4 miliar pada tahun 2020.

Seperti diketahui, status penyelidikan kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Padang tahun anggaran 2018-2020 ini naik ke tingkat penyidikan. Naiknya status dari penyelidikan ke penyidikan tertuang dalam Surat Perintah penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Padang No sprin :02/L.3.10/Fd.1/2021 tertanggal 21 Oktober 2021.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.