Kasus Prostitusi Gay Terungkap di Padang, Sosiolog Ingatkan Ancaman Ini

oleh -
Sosiolog dari Universitas Negeri Padang (UNP), Erianjoni

PADANG, SR–Terbongkarnya prostitusi sesama jenis (gay) di Kota Padang oleh Polresta Padang cukup menampar wajah kota ini, khususnya pemangku kebijakan di Kota Padang.

Sosiolog dari Universitas Negeri Padang (UNP), Erianjoni menjelaskan, aksi prilaku seks menyimpang dewasa ini makin berani.

Hal yang perlu menjadi catatan penting bagi pembuat kebijakan, penegak keamanan, pendidik, ulama dan khususnya institusi keluarga, bahwa fenomena homoseks tetap eksis dan telah masuk ke akses ekonomi melalui keberadaan mucikari.

“Oleh sebab itu, pihak penegak hukum harus merubah paradigma dan cara dalam pemberantasan prostitusi. Karena selama ini hanya terjebak pada operasi prostitusi heterogen (laki dengan perempuan), sekarang justru sudah ada dalam bentuk prostitusi homogen,” ucapnya.

Baca Juga: Ditegur DPD Gerindra Sumbar Karena Ikut Rombongan Gubernur ke Jambi, Ini Jawaban Ketua DPRD Padang

Selain itu, kurangnya pengetahuan keluarga tentang potensi prilaku seks menyimpang menyebabkan prilaku seks menyimpang kerap terjadi tanpa diketahui oleh keluarga.

“Ini bahayanya. Keluarga tidak mengetahui pola-pola prilaku seks menyimpang tersebut. Selain itu, kesiapan dan intensitas guru konseling di sekolah harus dapat mengantisipasi prilaku seks sejenis ini,” tambahnya.

Erianjoni menjelaskan kecanggihan teknologi seakan memberikan ruang terciptanya prilaku seks menyimpang.

“Selain pengaruh lingkungan, pemanfaatan teknologi yang salah telah menciptakan terjadinya prilaku seks menyimpang. Oleh karena itu, dengan kejadian ini semoga menciptakan kesadaran bagi keluarga dalam mengelola rumah tangga ” tutupnya.

Ketua DPRD Kota Padang, Syafrial Kani, SH sangat menyesalkan prilaku seks menyimpang terus terjadi di Kota Padang dan daerah lain di Sumbar. Menurutnya, saat ini pemerintah harus bertindak nyata dalam memberantas prilaku seks menyimpang ini.

“Inilah saatnya, fungsi keluarga ditingkatkan. Keluarga diharapkan bisa melindungi anggota keluarganya dari marabahaya prilaku seks menyimpang. Selain itu, Pemko Padang melalui dinas terkait harus mensosialisasikan marabahaya prilaku seks menyimpang,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.