Kata Mahyeldi, Sektor Pertanian dan UMKM Bisa Tekan Angka Kemiskinan

oleh -
Cagub Sumbar, Mahyeldi berdialog dengan petani di Nagari Kolok, Kota Sawahlunto. (ist)

SAWAHLUNTO, SR–Calon Gubernur Sumbar Nomor Urut 4, Mahyeldi Ansharullah sudah memiliki langkah jitu untuk menyelesaikan persoalan pembangunan yang ada di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Berbekal pendidikan dan pengalamannya jadi Wali Kota Padang, Mahyeldi ingin memajukan sektor pertanian dan UMKM untuk menekan angka kemiskinan di daerah ini. Komitmen itu disampaikan Mahyeldi saat bersilaturrahmi dengan Kelompok Tani Nagari Kolok, Kota Sawahlunto, Sabtu (21/11).

Silaturrahmi itu dilaksanakan di kediaman H. Lazwardi Dt. Rangkayo Batuah. Mahyeldi sudah mempunyai pengalaman mumpuni dalam mengembangkan UMKM. Ketika menjadi Wali Kota Padang, Mahyeldi membenahi Pasar Raya, memberi akses kepada UMKM yang bergerak di sektor perdagangan.

Tidak ada istilah PKL digusur di Kota Padang. Bahkan, PKL diberi akses dengan adanya pasar khusus PKL di bidang kuliner, seperti Pasar Malam Permindo yang ada di setiap akhir pekan.

Untuk pengembangan sektor pertanian, Alumni Fakultas Pertanian Universitas Andalas (Unand) ini bertekad mengalokasikan minimal 10 persen APBD Provinsi Sumbar untuk sektor pertanian. “Kita akan bergerak di UKMM dan pertanian. Dengan bergerak di sana, maka bisa menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebab 60 persen Sumbar ini adalah pertanian,” ujar Mahyeldi di hadapan para petani.

Baca Juga: Begini Penjelasan Mahyeldi terkait Potongan Video Viral saat Debat Pilwako Padang 2018

Mahyeldi sudah berbuat untuk 80 ribu UMKM di Kota Padang. Ia punya visi untuk mengembangkan 250 ribu lebih UMKM yang ada di Sumbar. Untuk sektor pertanian, dengan alokasi APBD minimal 10 persen, maka masalah bibit, produksi, pupuk, pemasaran, hingga teknologi pertanian akan bisa diselesaikan.

Mahyeldi sudah punya program yang jelas dalam menyelesaikan masalah pertanian, mulai dari membantu petani dengan teknologi pertanian, membangun jalan tani, hingga mendorong hadirnya BUMD tani yang bisa menampung hasil panen petani dengan harga terbaik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.