Komunitas Bisa Miliki Rumah Bantuan Pemerintah, Ini Syaratnya

oleh -
Rumah subsidi yang dibangun oleh pengembang merupakan salah satu Program Satu Juta Rumah. Foto: IST

JAKARTA, SR–Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ke depan akan menggandeng komunitas-komunitas masyarakat untuk mendorong pembangunan perumahan di Indonesia. Hal itu dilaksanakan guna mendorong keswadayaan masyarakat yang partisipatif sekaligus meningkatkan capaian Program satu Juta Rumah.

“Kami akan mengajak komunitas di masyarakat untuk ikut dalam Program Satu Juta Rumah. Salah satunya dengan mendorong pelaksanaan kebijakan perumahan berbasis komunitas di Indonesia,” ujar Direktur Rumah Umum dan Komersial Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Moch. Yusuf Hariagung di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Yusuf menjelaskan, tujuan penyelenggaraan program perumahan berbasis komunitas antara lain, untuk membangun dan menguatkan swadaya masyarakat dalam membangun perumahan yang partisipatif dan inklusif. Sedangkan sasarannya adalah, untuk pembentukkan komunitas masyarakat yang membutuhkan perumahan, membentuk model kolaborasi pembangunan perumahan berbasis komunitas dan menyempurnakan regulasi bantuan pemerintah yang ada saat ini.

Baca Juga: Lanjutkan Program Satu Juta Rumah, Ini Strategi Khusus Kementerian PUPR

Lebih lanjut, Yusuf menambahkan, Kementerian PUPR juga akan menggandeng pemerintah daerah untuk melakukan pendataan terkait komunitas-komunitas yang ada di masyarakat, serta pengembang dan akademisi di daerah untuk menyusun rencana pembangunan perumahan. Selain itu, juga perlu adanya perencanaan yang terintegrasi dan menetapkan sejumlah kriteria yang harus dipenuhi oleh komunitas masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan perumahan dari pemerintah.

“Pemda yang mengetahui secara pasti komunitas masyarakat di daerah yang benar-benar membutuhkan bantuan perumahan. Komunitas masyarakat juga dapat mengakses hunian yang layak dan terjangkau,” terangnya.

Yusuf menerangkan setidaknya ada lima kriteria komunitas masyarakat yang menjadi target pelaksanaan program tersebut. Pertama, komunitas tersebut merupakan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) non fixed income atau mereka yang termasuk Desil satu sampai empat yang memiliki penghasilan mulai Rp1,2 juta hingga Rp2,6 juta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.