Koperasi di Sarang Kapitalisme?

oleh -1.285 views

Gerakan koperasi adalah serangkaian kegiatan terorganisir yang dimulai pada Abad ke-19 di Britania Raya dan kemudian menyebar ke sebagian besar negara di dunia, di mana orang mengatur diri mereka sendiri dengan tujuan bersama yang biasanya ekonomi.

Oleh: Virtuous Setyaka

Koperasi identik dengan non-kapitalisme bahkan sebagai gerakan anti-kapitalisme. Sedangkan Amerika Serikat (AS) adalah sebuah negara yang sangat identik dengan penerapan sistem kapitalisme di dunia. Namun ada realitas menarik di AS tentang koperasi, bahkan di area Washington DC saja memiliki begitu banyak koperasi yang bisa ditemukan.

Diantara jenis-jenis koperasi yang ada di sana adalah Koperasi Galeri Seni, Koperasi Kredit, Koperasi Penitipan Anak dan Prasekolah, Koperasi Makanan, Koperasi Konsumen Lainnya, Koperasi Energi, Koperasi Perumahan, Koperasi Produsen, Koperasi Pembelian/Pemasaran, Koperasi Sukarelawan Operasi, Koperasi Pekerja, Koperasi Pertukaran Komunitas, Koperasi Bantuan Organisasi, dan koperasi lainnya yang dianggap sebagai koperasi dari masa lalu dan koperasi masa depan yang terus berkembang.

Salah satu literatur tentang koperasi di sana adalah karya Johanna Bockman (2016) yang menulis sejarah koperasi di Washington, DC. berjudul “Home Rule from Below: The Cooperative Movement in Washington, DC.”, halaman 66-85 dalam Capital Dilemma: Growth and Inequality in Washington, DC, dieditori oleh Derek Hyra dan Sabiyha Prince yang diterbitkan oleh Routledge. Menurut Johanna, sejarah koperasi dari tahun 1800-an sebagai bentuk dari apa yang disebutnya sebagai “home rule from below”.

Sebelum berkoperasi, penduduk di Wahington berusaha untuk membangun lingkungan yang otonom, mendapatkan kendali atas kehidupan mereka, dan menempa sumber daya baru di wilayahnya di luar pengaturan pemerintahan formal setempat. Warga Washington juga harus berjuang terus menerus untuk mempertahankan rasa home rule yang lebih luas dari yang dibayangkan oleh banyak elit di sana.

One thought on “Koperasi di Sarang Kapitalisme?

  1. Saya berfikir-fikir mengenai suburnya koperasi di sebuah negara kapitalis dan mulai mengeringnya sumur-sumur koperasi di Indonesia, ada apa gerangan? Apakah masyarakat Indonesia lebih kapitalis dari masyarakat dedengkot kalitalispun?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *