Koperasi Hadapi Ujian Berat di Masa Pandemi Covid-19

oleh -45 views
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno bersama Bupati dan Walikota serta unsur pemerhati koperasi, gerakan koperasi, stakeholder memperingati Harkopnas ke-73, Rabu (22/7) di Aula Kantor Gubernur Sumbar.

PADANG, SR–Di tengah tantangan pandemi Covid-19, koperasi harus terus bergerak secara kreatif dan produktif dalam tataran normal baru. Salah satunya, dengan tetap memperingati Hari Koperasi nasional (Harkopnas) ke-73 tahun 2020 yang dilaksanakan Pemprov Sumbar, Rabu (22/7) di Aula Kantor Gubernur Sumbar.

Peringatan Harkopnas tingkat Provinsi Sumbar tahun 2020 secara virtual diikuti oleh Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, Bupati dan Walikota serta 500 peserta dari unsur pemerhati koperasi, gerakan koperasi, stakeholder terkait.

Dalam acara tersebut, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno selain membuka acara, sekaligus melaunching Kota Padang Panjang sebagai Kota Koperasi Syariah. Irwan Prayitno yang membacakan pidato Menteri Koperasi dan UKM RI menyebutkan, Bangsa Indonesia menghadapi ujian di tengah pandemi Covid-19. Di mana pertumbuhan ekonomi nasional mengalami tantangan cukup serius, angka kemiskinan dan pengangguran meningkat.

Dunia usaha, terutama Koperasi dan UMKM mengalami dampak dari sisi produksi, pemasaran dan pembiayaan. “Tentunya tantangan baru harus dihadapi koperasi, dengan mengubah cara berbisnis pemanfaatan teknologi digital dan inovasi produk,” kata Irwan Prayitno.

Baca Juga: Dengan Rp20.000 Bisa Nabung dan Investasi, Bank OCBC NISP Luncurkan Gerakan #SAVE20 by Nyala

Inisiatif dan inovasi ini dilakukan, untuk penguatan dan modernisasi koperasi, ada tiga yang perlu dilakukan oleh UMKM. Pertama, perbaikan ekosistem kemudahan usaha yang memungkinkan koperasi bisa mengakses pasar luas, pembiayaan serta pengembangan kapasitas usaha.

Koperasi harus masuk ke sektor ekonomi unggulan nasional seperti, pangan, komoditi, maritim, pariwisata dan industri pengolahan. “Masa depan Indonesia berada pada generasi milenial, koperasi harus masuk pada sektor ekonomi kreatif, di mana anak-anak muda harus bisa terlibat,” ucap Irwan Prayitno.

Kedua, saat ini Kementerian Koperasi dan UKM menyusun strategi nasional UMKM dan Koperasi. Dalam pelatihan, pendidikan dan pendamping koperasi memanfaatkan ekosistem digital. Penyediaan infrastruktur dasar digital, dapat diinisiasi oleh pemerintah, pemerintah daerah atau konsorsium usaha, swasta maupun BUMN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *