Koperasi Pangan untuk Keamanan Pangan Global

oleh -303 views

Dalam catatan Abdirisak Ali, Ali Chapman, Kathleen Camacho and Jatasya Naidoo (2013), distribusi pangan yang tidak merata dapat dikaitkan dengan distribusi kekayaan yang tidak merata di antara populasi global. Distribusi kekayaan yang tidak merata adalah situasi di mana sumber daya yang tersedia tidak didistribusikan secara merata di antara penduduk. Pada tingkat global hal ini berkaitan dengan kekuatan suatu negara dalam perekonomian serta konsumsi sumber daya yang berkaitan dengan energi dan seringkali pangan.

Negara, dalam hal ini pemerintah di dalamnya, juga bukan satu-satunya aktor yang bertanggungjawab atas tidak meratanya distribusi pangan. Sebab korporasi atau perusahaan pangan juga punya andil dan peran dalam hal itu karena monopoli yang terbentuk atas sistem kepemilikan dan penguasaan atas proses produksi dan distribusi pangan bahkan sumber daya potensial terkait pangan. Dengan demikian maka sistem pangan global tidak terlepas bahkan selalu terkait dengan sistem politik, ekonomi, sosial, bahkan budaya secara keseluruhan yang membentuk ekosistem.

Artinya ketika ada persoalan ketidakadilan pada satu sistem, maka akan berdampak kepada ketidakadilan di seluruh sistem lainnya dalam ekosistem tersebut.

Koperasi Pangan?

Lalu apa solusi atas persoalan ketidakadilan dalam akses produksi, distribusi, dan konsumsi pangan bagi semua orang sebagai penduduk Bumi? Tentu saja alternatif dari ekosistem yang ada selama ini yang bercirikan korporatisme (kapitalistik) adalah koperatifisme (sosialistik). Sebelum keadilan atas akses pangan secara menyeluruh dicapai, maka tata kelola yang demokratis harus dijamin bahkan sebagai prasyarat. Artinya semua orang punya akses karena kesetaraan antara kepemilikan dan penguasaan aset serta bersuara dalam pengambilan keputusan untuk produksi, distribusi, dan konsumsi pangan.

Sehingga di situlah dibutuhkannya koperasi pangan. Koperasi pangan atau koperasi makanan adalah outlet distribusi makanan yang diselenggarakan sebagai koperasi, bukan perusahaan swasta atau publik. Koperasi pangan biasanya koperasi konsumen, di mana keputusan mengenai produksi dan distribusi pangan dipilih oleh anggotanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *