Libatkan Guru dan Tokoh Masyarakat, Dinsos Sumbar Perkuat Nilai Kepahlawanan dan Keperintisan

oleh -
Dinas Sosial Sumbar menggelar pelatihan penguatan Nilai Kepahlawanan dan Keperintisan Melalui Guru dan Tokoh Masyarakat, Senin (18/10) di Padang.

PADANG, SR–Era milenial saat ini ditandai dengan kemajuan teknologi digital. Kondisi ini berdampak pada perubahan tatanan kehidupan manusia.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sumbar Jumaidi, mengatakan, perubahan itu tidak hanya berkontribuasi positif. Tetapi juga berdampak negatif. Salah satu dampak negatifnya dapat menggerus sosok pahlawan dalam paradigma pemikiran masyarakat milenial.

Di mana sosok Superman, Batman, Iron Man, Satria Baja Hitam dan lainnya tampaknya lebih popular ketimbang Pahlawan Nasional. Padahal sumbangsih para pahlawan di dunia nyata, lebih besar dibandingkan super hero yang hanya menjadi bahan tontonan belaka.

Berdasarkan fenomena di atas, maka sangatlah perlu dilakukan upaya merekonsiliasi segenap perbedaan pemahaman tentang pahlawan, menjadi suatu yang sangat urgen.

Baca Juga: Aneh, Padang Sudah PPKM Level 2 Tetapi Siswa Belajar di Sekolah Masih Pakai Baju Bebas

“Rekonsiliasi ini mencakup upaya pemulihan nilai-nilai kepahlawanan yang hakiki. Jika tidak dilakukannya maka bermunculan anggapan bahwa pahlawan dan super hero mengandung makna dan pengertian yang sama,” ujar Jumaidi saat pelatihan Penguatan Nilai Kepahlawanan dan Keperintisan Melalui Guru dan Tokoh Masyarakat, Senin (18/10) di Padang.

Dinas Sosial Provinsi Sumbar melaksanakan sosialisasi nilai-nilai kepahlawanan bagi guru dan tokoh masyarakat. Melalui sosialisasi nantinya sangat diharapkan sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam upaya menumbuhkan kembali semangat dan nilai-nilai kepahlawanan dan keperintisan.

Dalam pelaksanaan kegiatan penguatan nilai kepahlawanan, keperintisan, kesetiakawanan dan restorasi sosial dihadapkan beberapa kendala. Sehingga hasilnya belum mencapai secara optimal.

Kendala utamanya bagaimana mewujudkan sikap dan perilaku kehidupan sebagian generasi penerus bangsa di dalam pelestarian dan pendayagunaan nilai kepahlawanan, keperintisan dan kesetiakawanan sosial. Sehingga tidak mudah terpancing untuk melakukan berbagai tindak kekerasan yang cenderung mengarah pada terjadinya gejala disintegrasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.